Terbuka dan Transparan

Adakah yang belum tahu bahwa setiap tanggal 28 September, seluruh dunia memperingati ‘The International Right To Know Day’ alias ‘Hari Hak untuk Tahu Sedunia’. Gagasan dari perayaan ini adalah menyadarkan masyarakat bahwa mereka memiliki hak dan kebebasan dalam mengakses informasi publik. Aku pernah diundang oleh Kominfo sebagai pembicara di Seminar Nasional KOMTIF 2017. KOMTIF (Komunikasi Kreatif) merupakan acara tahunan yang diadakan KOMMIK (Korps Mahasiswa Manajemen Informasi dan Komunikasi) Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta. Tujuan mendasar dengan diadakannya KOMTIF yaitu untuk mengembangkan skill dan keterampilan di bidang komunikasi. Tahun 2016 KOMTIF mengangkat tema “Facing The New Communication Culture With New Media”. Pada tahun ini KOMTIF hadir kembali, dengan mengusung bidang komunikasi dan kebudayaan.

Pada era digital ini kawula muda memegang peranan vital dalam meneruskan kebudayaan. Perlu banyak wadah untuk mendongkrak semangat muda berbudaya. KOMTIF 2017 mengangkat tema “Membangun Karakter Pemuda dengan Budaya di Era Digital”. Sebagai negara demokrasi, Indonesia turut mendukung hak publik akan informasi. Sejarah keterbukaan informasi publik di Indonesia dimulai sejak reformasi 1998.  Ketika itu seluruh elemen masyarakat menuntut pemerintah agar lebih transparan dan melibatkan warga dalam pengambilan kebijakan, perencanaan dan pengawasan pembangunan.

Hari Hak untuk Tahu Sedunia merupakan momentum bagi badan publik, untuk membuka diri dalam memberikan informasi publik. Perlu dicatata bahwa memperoleh informasi dijamin oleh konstitusi, sesuai dengan Pasal 28F dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur hak setiap orang untuk memperoleh dan menyampaikan informasi. Karena itu, Hak atas informasi yang terbuka menjadi pembuka jalan bagi terjaminnya pelaksanaan hak-hak asasi lainnya, seperti hak atas pendidikan, hak untuk hidup sejahtera, hak untuk hidup aman, dan hak warga negara lainnya.

Hari Hak Untuk Tahu Sedunia ini mulai diperingati secara internasional sejak 28 September 2002 di Sofia, Bulgaria. Seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang pesat serta potensi pemanfaatannya secara luas, membuka peluang masyarakat untuk mengakses dan memberdayakan informasi secara cepat dan akurat. Di pemerintahan, pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi juga bisa meningkatkan efisiensi dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan. Dalam hal ini pemerintah juga harus dapat menyediakan informasi yang menjadi kebutuhan setiap orang bagi pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya

Keterbukaan informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan Badan Publik lainnya dan segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik. Tata Kelola Informasi Publik sesuai dengan ketentuan yang berlaku diperlukan untuk mengelola informasi publik yang dihasilkan oleh Badan Publik yang merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan masyarakat informasi. Sedangkan untuk menyelenggarakan pemerintahan yang baik (good governance) dan meningkatkan layanan publik yang efektif dan efisien diperlukan adanya ketersediaan informasi publik, kebijakan dan strategi pengembangan e-government.

Seiring majunya perkembangan teknologi dan informasi, ketertutupan badan publik khususnya penyelenggara negara sudah tak relevan dengan tuntutan zaman. Ketertutupan hanya akan menghambat kemajuan serta melemahkan daya saing masyarakat dalam persaingan global. Bayangkan, dengan fasilitas internet, kita bisa melihat ragam kehidupan teman-teman kita di belahan dunia lain. Misalnya lewat blog, dan yang paling populer adalah vlog. Kita juga bisa bercakap-cakap dengan kawan baru dari berbagai dunia, tanpa kesulitan masalah bahasa. Jika zaman sudah semakin terbuka, maka badan publik penyelenggara negara sudah seharusnya ikut terbuka dan transparan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *