TEMAN TEMAN YANG MENYENANGKAN

Berat rasanya meninggalkan Pulau Sumbawa.

Pulau Sumbawa memberikan banyak cerita, wisata alam serta teman teman baru yang sangat baik.

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk mengejar kapal menuju ke Labuan Bajo.

Pagi ini tim terbagi menjadi 2, tim mobil Veloz merah berangkat menuju pelabuhan terlebih dahulu untuk memesan tiket, tim mobil veloz putih dan hi-lux beberes di rumah Singgah.

Setelah tim Veloz merah berpamitan, mobil veloz merah melaju dengan kencang menuju Pelabuhan Sape karena kami takut kehabisan tiket.

Lagi-lagi kata orang lokal mengenai jarak sulit dipercaya, ketika mereka berkata dekat hanya setengah jam, namun dilapangan kami hampir menempuh jarak 1 jam.

Hal yang lucu memang, karena mungkin jalanan ini baru untuk kami sehingga terasa jauh. Tapi jarak tidak jadi penghalang ketika disuguhkan pemandangan yang indah.

Kami sampai di Pelabuhan Sape yang cukup bersih dan terarah.

Setelah menyelesaikan administrasi kami menunggu mobil lainnya di parkiran.

Enaknya, kami bisa memesan 2 slot untuk mobil yang belum datang, sehingga mereka tidak perlu khawatir kehabisan tiket.

Setelah semua berkumpul, kami masuk ke dalam Kapal.

Kejutan……

Di kapal ini selain mobil dan truck ternyata banyak sekali hewan-hewan, sayuran, buah-buahan yang berserakan.

Kejutan selanjutnya adalah kondisi di ruang penumpang.

Panas, tidak ada AC, jendela tidak banyak terbuka, hanya ada kursi tunggu dan jika ingin tempat yang sedikit PW terdapat matras yang bisa di sewa dengan harga 25 ribu. Untung saja pemandangan diluar sangat indah, sehingga tim tidak terlalu khawatir selama 8 jam di kapal.

Tim mencoba tidur, namun ditengah perjalanan panas dan suara berisik membuat tim menjadi sedikit bete.

Tidak habis akal, Trio dan Erik mencoba mencari lokasi yang adem, agar pikiran menjadi tenang dan pasti tidak lagi tegang.

Kami semua turun ke area parkiran mobil, kemudian menggelar matras dan duduk di area yang kosong. Tempat itu cukup nyaman karena terkena angin sepoi-sepoi.

Kami berkenalan dengan 2 bapak-bapak asli  Pulau Timor yang bersedia menyanyi dan menemani istirahat siang kami, suara mereka sangat bagus sehingga kami kut bernyanyi.

Ditambah lagi mendapat kenalan baru seorang bule yang ikut bergabung bernyanyi dan menari Gema Famire bersama.

“Ke kiri – ke kiri”

“Ke kanan – ke kanan”

Rasa panas dan tidak nyaman seketika hilang ketika bertemu teman baru. Tidak hanya itu, pemandangan pelabuhan Labuan Bajo luar biasa indah dihiasi kapal pinisi dan langit senja.

Saatnya kami sampai di Labuan Bajo dan mengexplore keindahannya.

Dan, Selamat Datang di Bajo.

Teriak kawan lama yang kami singgahi setahun yang lalu yaitu Alan dan Maxi.

Indahnya bertemu teman lama yang jarang jumpa, serta kawan kawan baru yang memberikan banyak kesan.

Mari berpetualang di Labuan Bajo!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *