BEMO POWERFULL

Ada yang sangat menarik perhatian kita ketika sedang berada di Kupang.

Kami melihat kendaraan umum dengan musik yang menggelegar diruas ruas jalan. Musik-musik itu menjadikan bemo seperti diskotik berjalan.

Musik-musik ini tidak akan menganggu kenyamanan para penumpang, justru menambah kenyamanan para penumpang karena bisa mengusir rasa kantuk di dalam bemo.

Dentuman musik hip-hop dan house music ini selain sebagai penghibur penumpang juga sebagai media untuk menarik perhatian dengan harapan banyak penumpang yang akan naik ke dalam bemo.

Sore itu kami ingin mencari tahu kebenaran bemo Kupang yang mencuri perhatian.

Kami segera menuju ke terminal bemo untuk bergabung bersama para supir dan kernet.

Angkot yang sedang menunggu penumpang tersebut saling sahut sahutan. Memutar lagu dari berbagai genre dengan volume yang sangat kencang.

Tidak hanya itu hal yang unik di sana selain lagunya adalah nama disetiap bemo.

Biasanya nama-nama bemo ini tertulis di bagian samping body mobil.

Ada banyak sekali nama-nama bemo yang kami jumpai. Biasanya adalah nama nama wanita, seperti Vanessa, Atalia, Bella, Widewy  dan lain lain.

Nama-nama ini bukan tanpa alasan dibuat. Nama bemo ini dibuat supaya memudahkan penumpang untuk mengingat bemo yang mereka tumpangi sehingga para penumpang tidak lari ke bemo lain.

Selain itu nama-nama ini dibuat untuk membedakan daerah operasi bemo itu sendiri.

Pernak-pernik dan beragam aksesoris juga menghiasi bemo ini.

Hal ini mungkin sebagai wujud apresiasi mereka terhadap seni, yaitu seni menghias bemo. Tidak hanya aksesoris bagian luar seperti lampu warna-warni dan kaca yang ditutup dengan stiker cewek-cewek seksi, kalimat kalimat jenaka, serta aksesoris seperti tak kalah heboh.

Bagian dalam bemo ini dilengkapi dengan berbagai macam pernak-pernik dan aksesoris seperti boneka kecil yang digantung, lampu hias, dan aksesoris unik lainnya.

Saat kami ikut sebagai penumpang, dan Erik mencoba menjadi kernet memang ada keasikan tersendiri.

Obat galau karena selalu ada keceriaan di dalamnya.

Hanya dibandrol dengan harga 2000, kami siap diantarkan menuju lokasi dengan mendapatkan bonus musik yang powerfull.

Sore itu kami sangat senang merasakan keceriaan bemo Kupang. Bemo yang harus diapresiasi karena supir dan angkot mengkombinasi seni di dalamnya.

Angkot yang penuh dengan kreatifitas.

Jika Anda ke Kupang jangan lupa naik ya!

#ArsipTSI “ISTANA PURBA” Arosbaya

Bukit kapur Arosbaya terletak di sisi utara pulau Madura. Tepatnya di salah satu kecamatan di daerah Kabupaten Bangkalan yang terletak 16 km dari ibukota Kabupaten Bangkalan.

Bukit kapur ini menjadi sumber mata pencarian sebagian masyarakat Arosbaya.

Mereka menambang bongkahan bata kapur yang di klaim lebih kuat dari batu bata merah.

Dan menjadi bahan bangunan utama rumah-rumah di Madura. Secara alami, Bukit kapur ini menjelma menjadi gerbang dan dinding raksasa yang membuat kita serasa memasuki sebuah reruntuhan istana purba.

Secara alami, Bukit kapur ini menjelma menjadi gerbang dan dinding raksasa yang membuat kita serasa memasuki sebuah reruntuhan istana purba.

Di sini kita akan bertemu beberapa bekas tambang Batu Kapur. Corak pahatan alami itu cukup indah.

Besar kemungkinan tidak disadari oleh penambang, bahwa secara tidak langsung mereka menciptakan obyek wisata alam yang cukup bagus dan patut diperhitungkan.

Tidak hanya itu, tumbuhan tumbuhan liar membuat Arosbaya semakin indah, perpaduan warna hijau dan coklat di tambah ada beberapa kolam yang memancarkan air berwarna hijau.

Apalagi saat musim panas, terobosan terobosan sinar matahari menerobos dinding dinding gua.

Goa goa yang berada di dalam bukit Arosbaya ini, serasa menjadi ruang yang hangat untuk dinikmati bersama para sahabat.

Akses menuju bukit Arosbaya cukup mudah, bisa menggunakan roda dua dan mobil. Untuk parkir mobil dikenakan tarif sebesar Rp 20 ribu, sedangkan motor dikenai Rp 3 ribu. Kemudian, untuk tiket masuk per orangnya dipatok Rp 10 ribu.

Arosbaya mungkin belum seterkenal bukit Jaddih di Bangkalan, Madura atau Tebing Breksi di Jogja. Tapi lokasi ini mulai dikenal oleh beberapa pemburu foto digunakan untuk hunting foto, wisata kelaurga atau prewedding. Tak heran jika lokasi ini mulai ada warung-warung yang berdiri.

Saat ini Arosbaya masih merupakan lahan private, namun sepertinya pemda setempat mulai melirik untuk mengolah potensi wisata Arosbaya. Semoga siapapun yang mengelola, Arosbaya bisa tetap memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya, dan juga tetap terjaga keindahannya.

Salam Indonesia!

#ArsipTSI “Cukur Rambut Madura”

Sembilan belas Maret 2019, Trip Salam Indonesia melanjutkan perjalanan melewati jembatan Suramadu menuju Pulau Madura.


Mendengar nama Pulau Madura, pasti yang terbesit dipikiran  adalah Sate!

Namun jangan salah, disinilah tempat ditemukannya para tukang cukur rambut yang legendaris dan menyebar di seluruh pelosok Indonesia, Pangkas rambut Madura!


Salah satu foto tertua tentang pangkas rambut Madura yang merantau di Jakarta, tercatat dibuat tahun 1911.


Dulunya mereka buka praktek di bawah pohon-pohon rindang, bermodal kursi dan cermin.


Pangkas rambut sendiri merupakan sebuah tradisi lazim bagi pria di berbagai belahan dunia, dengan cerita latar belakang yang berbeda beda.

Jika di eropa pangkas rambut merupakan pencitraan diri sebagai sosok terhormat, di asia tenggara pangkas rambut dilakukan saat orang sedang bersedih, atau sering disebut buang sial.

Setelah ajaran Islam masuk, pangkas rambut juga menggambarkan kepatuhan terhadap ajaran agama. Dimana ada salah satu langkah dalam haji yang mewajibkan memangkas rambut yang disebut dengan Tahallul.

Di masa Pangeran Diponegoro, potongan rambut digunakan untuk membedakan para pejuang dari orang-orang yang membelok ke pihak penjajah.

Karena tidak tiap orang bisa mencukur rambut, maka menjelmalah ia jadi profesi dan bisnis. Dan bisnis ini terus berkembang hingga sekarang. Hingga sekarang pangkas rambut Madura masih banyak beredar, bahkan punya perkumpulan yang anggotanya mencapai ribuan.

Ditengah maraknya barbershop modern, pangkas rambut Madura masih jadi pilihan banyak orang.

Secara teknis, pangkas rambut madura tak ada bedanya dengan barbershop modern. Malah tak jarang pijatan mereka lebih mantap. Apalagi harga juga lebih murah.


Dan yang paling penting, ini adalah budaya dari masyarakat Madura yang jadi kebutuhan penting para pria pria ganteng di Indonesia.

Tim Trip Salam Indonesia mengarsipkan pangkas rambut Madura menjadi arsip Indonesia.

Salam Indonesia!