Selulit yang Bikin Nyelilit

Tentunya banyak orang yang mengeluhkan selulit yang ada pada tubuh kita, terutama para wanita. Selulit dan strech marks merupakan dua kelainan kulit yang tidak sama dengan ciri perubahan kulit yang tidak enak dipandang mata. Banyak orang yang tidak nyaman dengan selulit, karena kulit jadi tidak mulus. Maka itu harus pintar-pintar untuk tetap bisa tampil percaya diri. Di antaranya dengan mix and match baju supaya bagian tersebut tidak terekspos. Selulit juga biasa dialami oleh semua remaja lho, hal ini karena pengaruh hormon tubuh jadi melar, dan tanpa sadar suka menggaruk bagian tubuh seperti lengan, paha, atau perut.

Penyakit ini tanpa gejala dan sebenarnya mudah diidentifikasi. Banyak orang dari beragam usia yang memiliki selulit di kaki, pantat, atau perut. Selulit terjadi ketika sel lemak menonjol melalui lapisan kulit terluar, menghasilkan kulit yang berkerut. Menghilangkan selulit juga bisa tergantung dari perubahan gaya hidup, produk perawatan kulit, dan perawatan spesial. Para pria banyak yang gemar membentuk tubuh mereka dengan latihan di gym. Namun, tanpa disadari, selulit muncul akibat peregangan otot yang tumbuh secara bertahap. 

Menurut ahli Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Husna Raisa M.Sc SP.KK, faktor yang diduga berperan belum sepenuhnya dijelaskan. Ada beberapa macam strech marks, yaitu striae distensa, strie gravindum, striea alba dan striae rubra. Selama pubertas striae ini muncul di daerah dimana sering terjadi perubahan ukuran secara cepat, seperti pada wanita di area payudara, paha, pinggul, dan pantat. Sedangkan selulit pada pria juga sering terjadi di daerah bahu, paha, dan pinggul. Daerah lain yang bisa terjadi yaitu perut, lengan atas, leher, dan ketiak.

Faktor hormon, stres dan genetik diduga berperan pada strie distensa. Kelainan kulit ini disebabkan karena perubahan jaringan ikat yang terjadi sehingga menyebabkan atropi lapisan kulit. Bentuk kelainan kulit ini berupa guratan garis putih memanjang, berbatas tegas, banyak dan simetris. Diawali berupa garis menonjol berwarna merah hingga ungu (striae rubra) jika dibiarkan lama-kelamaan warna memudar membentuk garis cekung dengan permukaan kulit putih berkerut (striae alba). Berukuran panjang beberapa sentimeter dan lebar milimeter hingga sentimeter.

Seseorang yang menderita penyakit tertentu dan konsumsi obat tertentu, ukuran striae dapat lebih besar dengan distribusi yang luas. Untuk menyingkirkannya, pemakaian krim yang mengandung pelembab dan bahan-bahan tertentu dapat menunjukkan perbaikan striae tahap awal. Penggunaan terapi laser dapat dilakukan pada striae rubra tetapi tidak berefek pada striae alba.

dr Husna juga menjelaskan bahwa selulit sering muncul pada wanita dewasa di daerah pantat, perut dan paha dengan faktor resiko kurangnya aktivitas olahraga, kegemukan, usia tua, hormon yang berlebih dan jeleknya aliran limfe. Ciri kelainan ini ditandai dimple (dekik seperti lesung pipit) dan tonjolan kulit dimana permukaan kulit terlihat dan teraba tidak rata seperti bergelombang, bahkan ada yang mengatakan seperti kulit jeruk. Selulit yang ringan hanya akan terlihat apabila kulit dicubit, sedangkan selulit derajat berat terlihat dengan sendirinya secara otomatis, tanpa manipulasi.

Selulit terjadi karena adanya perubahan pada lapisan kulit dermis. Terdapat perbedaan morfologi atau bentuk lobus lemak antara pria dan wanita, hal inilah yang menerangkan kenapa selulit banyak terjadi pada wanita dibanding pria.

Terdapat beberapa model terapi seperti, infra red, laser dioda atau radiofrequency bertujuan untuk memperbaiki kondisi selulit dengan menstemulasi produksi kolagen di lapisan kulit dermis. Penurunan masa lemak dengan liposis seperti olahraga dan diet, liposuction, mesoterapi dapat dilakukan. Untuk keadaan selulit berat dapat dilakukan tindakan invasive. Terapi selulit menggunakan krim belum terbukti efektif, karena bersifat sementara.

Beberapa upaya yang dianjurkan untuk memperkecil resiko munculnya dua kondisi diatas di antaranya; menjaga berat badan karena peningkatan berat badan secara cepat dapat mempertinggi resiko, mengoleskan pelembab secara teratur pada tubuh untuk menjaga kelembaban dan elastisitas kulit terutama pada bagian kulit yang sering mengalami peregangan, pola hidup sehat, olahraga secara teratur dan pola makan yang seimbang, mengurangi konsumsi lemak, memperbanyak konsumsi buah dan sayur.

Untuk bisa terhindar dari selulit ini intinya adalah mempunyai niat, disiplin, dan ‘enjoy’ menjalaninya terlebih dahulu. Awalnya niat tersebut biasanya masih naik-turun, gak heran jika tubuh pun terkadang gemuk, lalu bisa langsing, dan beberapa lama kemudian gemuk lagi. Yuk, mulai hidup sehat agar selulit gak mau lagi datang ke kita. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *