Selamat Jalan Made Navicula & Afi

Senin (26/3/2018) musik Indonesia berduka, kabar duka tersebut datang dari personel band grup band Navicula, Made Indra Dwi Putra. Setelah tiga hari dirawat di ruang perawatan intensif (ICU) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, musisi Bali ini meninggal dunia. Made Indra menghembuskan nafas terakhir pada pukul 18.25. Made menyusul kekasihnya Afiriana Dewi yang meninggal sesaat setelah kecelakaan di Jalan Raya Sakah, Sukawati, Gianyar pada Sabtu (24/3/2018) dini hari. Sebelumnya dua sejoli ini mengalami kecelakaan di Jalan Raya Sakah, Ubud, Gianyar. Menurut berita, sebelum meninggal dan selama masa pemulihan, Made telah ditangani sejumlah tim dan ahli bedah syaraf. Mulai dari bedah ortopedi, bedah torax, bedah umum dan Anestesi. Rencana Made untuk menikahi Afi pun pupus. Sebelumnya Made telah datang ke rumah keluarga Afi di Godean Yogyakarta.

Kurang lebih sepuluh tahun yang lalu setiap ke Jogja, Navicula selalu singgah bahkan menginap di Basecamp Endank Soekamti. Mereka bisa menghabiskan waktu seminggu untuk beberapa gigs di Jogja. Awal perkenalanku dengan mereka dari Nymphea Band yang juga berasa dari Bali. Mereka juga kerap menginap di basecamp Endank Soekamti. Saat itu kami menempati sebuah rumah kontrakan di dekat kawasan Casagrande Yogyakarta.

Di Jogja, kita pasti senang-senang terus, mereka bahkan ikut siaran di Radio Soekamti, biasanya kita berdiskusi seputar musik, dan kehidupan. Selain siaran, kita juga kerap bermain Play Station, dan Made salah satu yang paling hobi main game sepakbola tersebut. Navicula adalah band yang sangat ‘enjoy’ dengan rutinitasnya, mereka sangat menikmati kehidupan tur dan jalan-jalan di Jogja.

Sewaktu mendengar berita kepergian Made dan pacarnya Afi karena kecelakaan, aku sangat sedih dan terpukul sekali. Meski termasuk sudah jarang ketemu, hubunganku dengan Made sangat dekat. Mungkin karena sama-sama bassist, jadi ada hubungan emosional tersendiri. Sewaktu bertemu di Jogja, Made juga sempat curhat soal hubungannya dengan Afi yang merupakan anak Jogja. Kami bercanda soal budaya dan gaya anak muda di Jogja. Pada tahun 2013 Afi juga membantu video klip Endank Soekamti ‘Aku Gak Pulang’. Di video klip yang syutingnya dilakukan di rumah Athonk (seniman Tatto dan tokoh Rockabilly Jogja) itu, Afi tampil sebagai cameo.

Sehari setelah kecelakaan, saat Made dalam masa-masa kritisnya, aku sempat Whatsapp Robi Navicula. Aku dan teman-teman di Endank Soekamti turut berduka dan mendoakan agar Made bisa selamat dan kembali pulih. Aku juga berkata pada Robi kalau ada konser Navicula yang sudah terlanjut terikat kontrak, aku bersedia menjadi bassit mereka, menggantikan sampai Made kembali pulih. Aku rasa saat itu baru hal tersebut yang bisa kulakukan dan kubantu sebagai sahabat dan solidaritas sesama musisi.

Endank Soekamti dan Navicula juga sering manggung bareng, terutama di Bali. Tapi sayangnya belakangan ini kita jarang berjejeran waktunya, jadi justru malah mulai jarang bertemu di backstage. Bagiku Navicula adalah band yang apik banget. Liriknya bagus, tajam, dan aksi sosialnya sangat nyata. Mereka adalah band yang sangat fokus dengan apa yang mereka perjuangkan, bukan cuma pencitraan.

Misalnya saat konser musik Lockstock 2 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakata, pada 2013 silam. Karena muncul berita negatif soal acara tersebut, Navicula malah dipuji-puji publik jejaring sosial Twitter. Mereka sangat berjiwa besar untuk terus tampil meski bayarannya gak jelas. Navicula tetap konser dan menyuarakan apa yang mereka perjuangkan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *