Sate Kere, Sore Hore

Orang Jogja dan sekitarnya sudah pasti tahu makanan bernama sate kere. Namun bagi yang belum mengenalnya, jika merujuk pada kata ‘kere’, pastilah identik dengan kemiskinan, nggak punya duit, orang tidak mampu, dan sebagainya. Tapi yang namanya sate kere ini jauh berbeda dengan apa yang ada dibayangkan dengan istilah ‘kere’. Apa istimewanya dengan sate kere ini? sepintas bentuknya mirip dengan sate pada umumnya. Di setiap tusuk sate kere itu tidak semua berupa daging murni, ada beberapa potongan daging kecil dan sepotong daging berupa gajih. Sate tersebut dipadukan dengan sayur tempe, pokoknya wuenak tenan lah. 

Aku biasanya menikmati sate kere tiap sore di Soekamtiland. Kebetulan di dekat Soekamtiland ada penjual sate kere yang terkenal. Aku dan teman-teman DOES University cukup membeli mentahannya dan satenya kita bakar sendiri. Teman-teman yang datang, bahkan tamu-tamu di Radio Soekamti juga berkesan dengan sensasi rasanya. Bahkan kebanyakan mereka yang datang dari luar Jogja, selalu ketagihan dengan sate ini.
Sebelum dibakar, sate kere direndam di kuah yang agak keruh. Agar bumbunya lebih meresap, setelah pembakaran pertama, satenya di rendam lagi. Bedanya sate kere dengan sate lainnya ya di bumbunya itu. Biasanya sate disajikan dengan sambal kacang, atau disajikan menggunakan kuah seperti kuah gulai di sate klathak.

Meski kita membeli mentahannya, bumbu sate kere sangat meresap karena dalam proses pengolahannya terasa seperti daging matang dan bukan setengah matang. Sate-sate ini sebelumnya memang sudah dibumbui dengan waktu tertentu, karena itu ketika akan dibakar, bumbunya sudah merasuk di pori-pori daging.
Sate kere di Jalan Godean ini buka mulai sore hingga malam hari. Anak-anak DOES University biasanya punya tempat langganan, namanya Warung Sate Kere Pak Mardi, warung ini berada di seberang jalan lokasi Warung Sate Kere Bu Bambang. Sate Kere Mbah Mardi terletak di Jl. Godean Km. 7 Gesikan, Sidomulyo, Sleman Yogyakarta.

Istimewanya sate kere ini tidak hanya pada kelezatannya saja, tapi juga harganya. Bisa jadi disebut sate kere karena harganya yang merakyat, hingga orang yang tak punya banyak uang pun bisa menikmatinya.
Sate kere ini cocok banget dengan program diet keto yang sedang aku jalani. Diet keto membolehkan makan daging berlemak, yang dimasak dengan bumbu berlimpah. Ini cocok, karena meski diet, kita boleh memakan menu yang beraroma lezat, dan rasa yang gurih. Diet keto cocok bagi yang ingin membakar lemak di tubuh, tapi tetap makan enak. Secara umum, diet keto adalah diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Lewat sate kere yang nikmat ini kita harus mengubah pola pikir yang beranggapan bahwa lemak itu jahat dan bikin gendut. Yuk jangan takut kere, tiap sore kita santap sate kere ini. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *