SARONE

Siang ini, tim menuju ke salah satu sanggar yang ada di Dompu yaitu Sanggar “Mada Ntana”. Sanggar ini dipimpin oleh Bapak H.Abdurahman beserta istrinya.

Beberapa anggotanya sedang sibuk mempersiapkan untuk  pagelaran yang dilakukan untuk memeringati meletusnya Gunung Tambora yaitu Pesona Tambora.

Kali ini tim akan mencari tahu tentang alat musik tradisional Dompu bernama Sarone.

Sebelum mendalami tentang alat musik Sarone, tim disambut dengan tarian  selamat datang khas Dompu yaitu Tari Wura Bongi Monca.

Sarone merupakan salah satu alat musik tertua di Dompu, Sumbawa. Tidak diketahui pasti, kapan alat musik tiup ini diciptakan dan siapa penemunya. Tapi alat ini tumbuh dan berkembang bersama seni budaya Dompu.

Sarone biasanya dimainkan mengiringi tarian-tarian rakyat. Bersamaan dengan Gong, gendang dan tawa tawa.

Sarone adalah sebuah alat musik tiup yang bentuknya gabungan antara suling dan tabung. Bentuk tabungnya adalah konis ( makin lama makin besar)

Sarone, dibuat dari dua bahan pokok yaitu buluh ( jenis bambu kecil) dan daun lontar. Bagian bambu yang mirip suling disebut Lolo. Pada lolo terdapat 6 (enam) bongkang ( lubang) di atas, dan satu lubang di bawah.

Sarone ada yang berlubang lima dan enam. Untuk yang mempunyai lima lubang, nada –nadanya adalah, do, re, mi, fa dan sol. Sedangkan yang memiliki enam lubang, bertambah satu nada yaitu nada si.
Cara menemukan nadanya, mirip dengan suling. Yaitu dengan menutup lubang lubang yang ada dengan pola tertentu.

Bagian yang paling sulit adalah meniupnya. Karena pemain Sarone biasanya memainkan nada tanpa jeda. Sehingga, punya tekhnik pernafasan khusus.
Caranya dengan menyimpan nafas di rongga pipi. Dan ada saatnya menarik dan menghembuskan nafas dilakukan dalam waktu bersamaan.

Bukan hal yang mudah untuk dilakukan, jadi jika kita bisa memainkannya, kita boleh berbangga.
Karena kita mampu melestarikan salah satu aset budaya Indonesia.

Di sanggar ini tim disambut dengan sangat baik dan ramah, mereka adalah para pelestari budaya.

Tim Trip Salam Indonesia merekam beberapa bunyi-bunyian otentik dari seluruh Indonesia. Dari suara dan bunyi-bunyian tersebut tim mengadakan #kreasitanpabatas dengan menciptakan musik dari bunyi bunyian otentik tersebut. Tim trip salam Indonesia merekam bunyi-bunyian yang ditemui.

Kita juga bisa berkontribusi dengan menyebarkan ke seluruh dunia. bahwa Indonesia memiliki budaya yang membanggakan.

Salam Indonesia!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *