SAMPAI DI ALOR

Selamat datang di ALOR!

Setelah melakukan perjalanan yang cukup menguras tenaga, yaitu berada 18 jam di Kapal, kami disambut dengan indahnya pemandangan di Pulau Alor.

Laut yang masih sangat bersih dan bening, serta perbukitan yang berwarna hijau.

Hari itu pelabuhan sangat ramai, salah satu faktornya adalah karena libur panjang.

Setelah turun dari kapal, kami segera mencari TPS.

Hari itu bertepatan dengan pesta demokrasi 5 tahun sekali di Indonesia, yaitu pemilu serentak.

Kami ingin memakai hak suara kami untuk memilih.

Bersama Maxi, GPS dari Alor, kami segera berjalan menuju ke TPS terdekat.

Informasi yang kami dapatkan adalah kami bisa memilih di TPS tersebut, namun surat suara tidak tersedia.

Kemudian kami ke TPS selanjutnya untuk mencari surat suara yang tersedia.

Ternyata petugas KPU menyatakan bahwa kami tidak bisa memilih jika hanya menggunakan E-KTP.

Beberapa portal online menyatakan bahwa tahun ini bisa menyoblos hanya dengan E-KTP.

Kami kemudian menuju ke KPU cabang Alor, kami menanyakan solusi jika kita tidak memiliki A5 karena saat pemilu kami belum tahu berada di daerah mana.

A5 adalah surat keterangan pindah pemilih bagi para perantau. Namun syaratnya, pemilih harus tahu dimana ia akan memilih.

Namun kesimpulannya adalah kami tetap tidak bisa memberikan hak suara kami.

Walaupun sedikit kecewa, namun semoga kasus seperti kami bisa teratasi dengan baik ya. Agar para pelancong yang belum tahu akan berada dimana ketika pemilu tetap bisa menggunakan hak pilihnya di Pemilu kemudian hari.

Sore harinya kami segera menuju ke air mancur yang terkenal di Alor, yaitu Air Mancur Tuti Adagae.

Berjarak kurang lebih 50 KM dari kota kalabahi, tepatnya di Kecamatan Alor Timur Laut kami disuguhi perjalanan yang sangat indah dengan pemandangan laut dan perbukitan.

Jalanan menuju ke air mancur Tuti Adagae kini sudah dibangun dengan baik, sehingga perjalanan kami cukup nyaman.

Uniknya, air mancur ini bentuknya unik tidak seperti sumber air panas kebanyakan. Air Panas Tuti Adagae keluar dari dari onggokan batu berwarna jingga (orange), menyembur ke atas membentuk air mancur.

Semburan air panas di spot pertama cukup tinggi, dengan ketinggian mencapai lebih dari 3 meter. Karena semburannya yang tinggi, dari kejauhan kami sudah terpercik air yang suhunya cukup panas.

Selanjutnya sumber ke dua hanyalah gelombang gelombang air panas, sehingga air yang ada disekitarnya juga menjadi sangat panas.

Beberapa pengunjung biasanya membawa bahan bahan makanan untuk direbus didalam air panas tersebut.

Selain itu, beberapa pengunjung menyusun bebatuan, sehingga menjadi pemandangan yang indah di daerah tersebut.

Hari itu, Deka yang kelelahan dan tidak enak badan berendam di kolam air panas.

Sebelumnya ia sempat adu mulut dengan Isa dan tiba tiba lepas kendali.

Entah penyebabnya karena apa atau karena kekuatan diluar kendali manusia. Namun semoga perjalanan di Alor aman sampai kami kembali ke Jawa ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *