Radio Soekamti: “Yang Muda Yang Berirama”

SETELAH beberapa tahun sempat tidak mengudara, Radio Soekamti kembali mengudara. Radio ini bisa didengarkan melalui streaming via internet di radio.soekamti.com. Radio Soekamti pertama kali mengudara ketika Endank Soekamti mengeluarkan album ‘Pejantan Tambun’ di tahun 2007 silam. Ideku mendirikan radio sendiri ini adalah untuk menyediakan wadah bagi band-band indie yang sulit masuk radio, terutama karena banyaknya persyaratan yang ditentukan. Yang bisa dicatat adalah Radio Soekamti merupakan radio komunitas pertama yang dibangun dan dikelola oleh anak band. Bahkan, Radio ini sempat menjadi nominasi MURI sebagai band yang memiliki stasiun radio sendiri.

Mulai Maret 2018 ini, Euforia Digital bekerjasama dengan Radio Soekamti lewat program bertajuk ‘GELORA & IRAMA’. Program berupa talk show streaming dan live performance dari RadioSoekamti yang dipandu Kiki Pea dan Dory Soekamti ini ditujukan untuk mengapresiasi karya teman-teman band dan musisi yang telah mendistribusikan karya mereka lewat Euforia Digital. Untuk band-band terplilih, Euforia Digital bekerjasama dengan Euforia Audio Visual akan membuat video perform musisi tersebut live dari Radio Soekamti. Dengan adanya program ini, diharapkan para musisi akan lebih bersemangat dalam berkarya dan mempromokan karya-karya mereka. Selain itu juga ada Gelora & Irama Spesial yang mengundang musisi-musisi dari luar Jogja untuk melakukan promonya di sini.

Sejak awal mula eksistensinya, respon band-band indie sangat gencar mengirim demo lagu mereka, bahkan dari lingkungan teman dekat banyak yang ingin berpartisipasi, baik siaran maupun membuat program sendiri. Di antara program yang menjadi andalan adalah Drama Kumbara, sebuah drama komedi yang di’peleset’kan dari tokoh serial laga Brama Kumbara. 
Tahun 2010, Radio Soekamti sempat vakum karena kesibukan band, dan kini aktif lagi setelah Endank Soekamti menempati ‘basecamp’ yang baru dan cukup layak untuk mendirikan studio siaran. Sebelumnya program-program yang ada lebih fokus untuk menaungi band-band indie. Dengan warna baru ini Radio Soekamti ingin lebih terbuka, dengan menerima musik-musik lain yang ingin diputarkan, tidak hanya band indie.

Drama Kumbara yang diasuh oleh Dory Soekamti ini memang sudah cukup memiliki pendengar setianya. Program ini adalah hiburan baik bagi para pendengar, maupun para pemainnya sendiri yang diam-diam memang memendam hasrat untuk berkelakar. “Skenarionya jarang detail sehingga ada ruang untuk improvisasi. Ke depannya mudah-mudahan bisa melibatkan lebih banyak teman-teman di Jogja sebagai bintang tamunya,” ujar Dory.
Kiki Pea, seorang jurnalis lokal memiliki program bertajuk AMKMM (Anda Meminta Kiki Mungkin Memutar) program yang kaya akan banyolan ini memutarkan lagu-lagu yang tidak diduga, namun ada tema khusus setiap program siarannya. Kiki juga kerap mengundang bintang tamu untuk berbicang-bincang, baik dari kalangan musisi, perupa, filmmaker, maupun insan kreatif lainnya.

Skena Rockabilly juga mendapat perhatian khusus di Radio Soekamti. Athonk Sapto Raharjo, seorang tattoo artist yang juga aktif mewadahi skena rockabilly lewat komunitasnya Rockin Spades Rockabilly Club YK selalu mengudara.
Program lainnya adalah Sersan yang dipandu oleh Tuan Arief. Sesuai namanya serius tapi santai, program ini merupakan tempatnya untuk ngobrol seru seputar anak muda yang kreatif. Drummer band LaQuena, Alvian Vinuria juga ikut ambil bagian sebagai penyiar di Radio Soekamti. Program yang bernama BendeKill ini mengudara setiap hari Jumat, pukul 8 malam. Di program ini, Vian memberikan berita terbaru dari band-band non mainstream baik manca maupun dalam negeri. Sebelumnya pada 2010 lalu, Vian juga pernah siaran di Radio Soekamti. Baginya Radio Komunitas ini bisa menjadi wadah buat band-band yang tidak berada di arus utama.

Bukan hanya mereka yang awam di dunia radio yang ikut siaran di Radio Komunitas ini. Rayya, yang juga seorang Music Director (MD) di sebuah radio swasta ini membawakan acara MOST (Movie and Original Sound Track) yang tentunya akan membahas tentang film-film terbaru, baik impor maupun lokal. Bukan hanya itu, Rayya juga membahas sekaligus lagu-lagu yang mengisi track di film yang dibahasnya. Bagi Rayya, Radio Soekamti adalah strategi yang sangat spektakuler untuk menambah kekuatan sebuah band, dalam hal ini Endank Soekamti. Ia melanjutkan, karena radio ini adalah radio streaming, maka pendengarnya pun sangat luas jangkauannya, “Asalkan ada sinyal dan jaringan internet.
Pada setiap tengah malam, Siswa-siswa DOES University menemani pendengar setia lewat program acara Selentem (Soekamtiland Tengah Malam). Di acara inilah Radio Soekamti mendapat lebih banyak pendengar setia, terutama bagi mereka yang tidak bisa tidur di kala malam.
Mau band kamu tampil di Radio Soekamti? Pantengin terus channelnya dan ikuti instagramnya di @radiosoekamti. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *