Pohon Purba di Lombok Timur

Jika manusia purba yang ditemukan sudah menjadi fosil, maka pohon purba yang hidup masih bisa kita jumpai. Pohon-pohon purba setinggi 40 hingga 50 meter ini dijumpai Tim Trip Salam Indonesia saat melintasi jalan lingkar utara pulau Lombok. Tepatnya di Dusun Permatan, Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, sekitar 75 kilometer arah timur Mataram. Area pohon purba ini bagaikan belantara hutan yang ada di film ‘The Lord Of The Ring’ dan ‘The Hobbit’. 

Akar pohon tersebut bisa mencapai 170 sentimeter. Lingkar batang bawahnya sebesar pelukan tiga hingga empat lengan orang dewasa, batangnya mirip batang pohon kapuk randu, berlekuk menyerupai gelampir leher sapi. Namun, batangnya licin sehingga pohon sulit dipanjat. Pohon-pohon ini menjadi tempat tumbuh kembangnya koloni lebah, dan buahnya menjadi makanan burung dara hutan.

Masyarakat menyebut pohon purba (Ficus albipila) ini pohon lian karena tidak ada ditempat lain. Mereka meyakini kalau pohon tersebut hanya tumbuh di Australia, Afrika dan Dusun Permatan ini. Ada banyak cerita yang menjelaskan bagaimana pohon Randu raksasa ini bisa tumbuh di daratan pulau Lombok. Menurut teori migrasi burung, ada yang mengatakan kalau biji-bijinya dibawa burung yang terbang dari benua lain. teori lain mengatakan biji-biji pohon Randu itu hanyut akibat tsunami di perairan Australia ratusan tahun silam. Diperkirakan pohon-pohon ini berusia lebih dari seratus tahun, lebih kurang sebelum terjadi perang Puputan di Lombok tahun 1894.

Sebelumnya lokasi pohon ini merupakan areal hutan tutupan. Pada tahun 1970-an lokasi ini sempat dijadikan budidaya kapas. Pada tahun 1982 areal ini dialihstatuskan untuk kegiatan tanaman perkebunan, lalu diserahkan kepemilikannya kepada perseorangan. Lahan perkebunan ini lebih kurang memiliki area seluas 4 hektar. Kini, hanya 1,5 hektar yang dibuka untuk dijadikan obyek wisata. Tempat ini dikelola oleh empat keluarga yang berbeda. Terdapat 40 pohon di areal tersebut, jumlah ini belum termasuk yang ada di pinggir jalan, baik yang tumbuh subur maupun yang tumbang akibat angin kencang dan ditebang, karena batangnya keropos dan lapuk.

Mengingat pohon-pohon ini sangat langka, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mencoba membeli untuk dijadikan areal konservasi, namun masih belum terwujud, karena keempat pemiliknya ingin menjadikan lokasi itu sebagai lokasi wisata. Di dunia ini setidaknya ada 50 pohon yang hidup selama lebih dari satu milenium, meski ada kemungkinan masih banyak pohon-pohon tua lainnya yang belum ditemukan. Semoga pihak-pihak yang ada baik pemilik lahan, pemerintah, dan kita sebagai masyarakat tetap menjaga dan melestarikan keberlangsungan hidup kekayaan hayati ini. (*)

 

2 Replies to “Pohon Purba di Lombok Timur”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *