NOSTALGIA DI BAJAWA

Masih ingat cerita teroris tahun kemarin?

Daerah Bajawa menyimpan cerita sendiri untuk beberapa tim yang ikut trip tahun lalu.

Kami masih mengingat saat kami diarak oleh beberapa penduduk dan polisi menuju ke kantor polisi dan  diduga teroris.

Tidak hanya itu, berita ini ramai dibicarakan dan dimuat di berbagai media di Indonesia.

Walaupun awalnya sangat takut, tapi setelah menyelesaikan masalah dugaan teroris dengan masyarakat Bajawa terlebih polisi kami menyadari bahwa masyarakat dan polisi di sektor Bajawa sangat baik dan ramah.

Perjalanan kali ini sangat melelahkan, karena jalanan yang kami lewati sangat berkelok kelok. Kami akhirnya memilih untuk beristirahat di Kota Dingin “Bajawa”.

Penginapan yang kami pilih adalah penginapan yang dipakai tahun lalu. Tim sudah kenal dengan penjaga penginapan di sana. Malam harinya kami langsung istirahat dan merasakan dinginnya Kota Bajawa.

Kota Bajawa berada di bawah kaki gunung, sehingga cocok disebut sebagai Bajawa Kota Dingin.

Namun malam ini ada yang berbeda, Tia dan Nafi berkeliling Kota Bajawa malam hari untuk mencari roti ala kadarnya untuk merayakan ulang tahun Erik.

Walaupun kami sudah beristirahat dan sebagian sudah tertidur, kami kemudian membangunkannya dan bersiap memberikan kejutan kepada Erik yang sudah tertidur dengan pulas.

1..2..3

Happy Birthday to you

Happy Birthday to you

Selama Ulang Tahun Erik, semoga panjang umur dan semakin sukses!

Pergantian ulang tahun Erik kali ini dirayakan dengan sederhana dan seadanya, namun semoga berkesan untuk Erik dan semuanya.

Setelah selesai memberikan kejutan, kami beristirahat untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya.

Pagi ini dimulai dengan berkunjung ke kantor polisi untuk bernostalgia dan bersilaturahmi dengan para polisi. Namun sayangnya Pak Teguh kepala Polisi tidak ada, sehingga kita disambut dengan anggota lainnya.

Selanjutnya kami merasakan kenikmatan kopi Bajawa, terutama Bajarak yang dapat ditemukan di kafe Credo. Kopi ini adalah kopi bajawa yang dicampur oleh arak lokal. Sensasi hangat yang didapatkan setelah meminum kopi ini.

 

Selanjutnya tim bergegas menuju ke perkebunan kopi untuk melihat proses pengolahan kopi Bajawa yang sudah terkenal di seluruh Indonesia.

Kami selalu terkesan dengan keramahan warga Flores yang bersedia menemani kami berkeliling perkebunan kopi.

Kami menemukan keunikan dari perkebunan kopi Bajawa, ukuran pohon di sini pendek pendek sehingga mudah untuk dipetik.

Tidak hanya itu, disana terdapat UPH. UPH disini bertugas sebagai pengontrol harga kopi dan tempat para kelompok usaha rumahan bisa menjual kopinya sehingga dapat di distribusikan dengan baik.

Daerah Bajawa memang terkenal dengan penduduknya yang mayoritas beragama Nasrani. Dipuncak perkebunan terdapat Patung Bunda Maria di atas bukit. Kami naik ke atas bukit dan memandangi Kota Bajawa dari ketinggian.

Selesai berkeliling, kami tidak sabar merasakan sensasi kopi Bajawa asli dari kebunnya.

Di tambah melihat pemandangan, udara dingin, serta bercengrama dengan sahabat karib semakin membuat keadaan semakin syahdu.

Bajawa, kami tidak kapok datang ke sini lagi !

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *