Misteri Danau Seran

Di sela-sela Soekamti Day yang digelar di Banjarmasin, Aku, Deka, dan Isa menyempatkan piknik ke sebuah tempat yang baru-baru ini menjadi destinasi wisata masyarakat Banjarbaru dan Banjarmasin. Tempat bernama Danau Seran tersebut terletak di Jalan Danau Seran Guntung Manggis Landasan Ulin Banjarbaru. Di kawasan Kalimantan Tengah, danau ini memang belum sepopuler dua objek wisata lainnya, seperti Pulau Kembang dan Pasar Terapung. Danau Seran terletak tidak jauh dari pusat kota Banjarbaru tepatnya berada di Jalan Guntung Manggis, tidak jauh dari bandara Syamsudin Noor serta lokasinya ditengah komplek perkampungan.

Di danau seluas 10 hektar ini kita bisa menikmati udara yang sejuk, serta hijaunya alam sekitar. Destinasi Wisata di sini memang tidak terlalu besar, cukup merogoh kocek sebesar Rp 10 ribu per orang jika ingin berkeliling dan menyeberangi danau dengan perahu kecil yang tersedia di sana. Tepat di tengah danau terdapat sebuah pulau kecil dengan pohon yang tinggi, cocok untuk bersantai melepaskan penat. Di danau ini juga disediakan ayunan jaring untuk bersantai dan ada juga beberapa tempat duduk. Di danau ini kita bisa berenang bahkan menyelam, namun sayangnya aku tidak membawa persiapan untuk menyelam. Aku pun segera terjun untuk merasakan sensasi kesegaran air di danau ini. Sialnya, sebelum terjun SD card ku yang berisi lumayan banyak data, terlempar ke danau, lalu hanyut.

Keesokan harinya aku membeli kacamata renang snorkel di toko terdekat, dan kembali ke Danau Seran. Menyelam di danau ini merupakan sensasi tersendiri. Selain warna airnya yang sangat jernih kehijauan, jika melihat ke kedalaman maka akan nampak sekali rerumputan yang tumbuh di dasar danau. Aku pun berusaha keras mencari SD card yang hilang, namun karena lumpur yang tebal di dasar danau dengan kedalaman mencapai 30 meter ini, mencari barang sekecil itu bagaikan mencari jarum di dalam jerami

Dalam hidup memang tidak ada yang kebetulan. Tak berapa lama setelah aku menyelam, tiba-tiba datang Tim SAR yang ternyata sedang latihan menangani bencana. “Wah, masih ada harapan nih, pikirku,” Para anggota SAR yang ramah itu pun tak sungkan membantuku untuk menemukan SD card.

Ada beberapa materi latihan SAR, yaitu beberapa kejadian yang sering dijumpai, misalnya pertolongan terhadap korban tenggelam, evakuasi penumpang kapal, penyeberangan lewat air, dll. Lokasinya yang luas, air yang jernih dengan kedalaman yang ideal sangat pas sebagai tempat dilakukannya beragam teknis dan menu aksi latihan penyelematan bencana banjir. Namun, apa mau dikata, dengan segala upaya SD cardku pun tidak berhasil ditemukan.

Sebenarnya, danau ini adalah sebuh danau yang terbentuk dari aktifitas tambang Intan PT. Galuh Cempaka. Karena sudah terlalu lama ditinggalkan akhirnya terbengkalai, lalu diambil alih oleh alam dan dipoles oleh waktu, serta berganti menjadi destinasi wisata yang indah. Bekas-bekas galian tambang yang terbengkalai menjadikan tempat ini digenangi air dan menjelma menjadi danau. Meski indah dan memikat, namun bekas galian tambang ini juga harus diwaspadai, karena sudah ada beberapa tragedi di danau ini. Keesokan harinya aku baru tahu dari komentar di sosial mediaku, bahwa di danau tersebut juga ada buayanya. Untung saja aku dan Deka selamat ketika menyelam.

Buaya adalah pemburu di perairan tenang. Danau seakan-akan sudah menjadi rumahnya. Buaya sangat mahir bermain petak umpet. Tumbuh-tumbuhan rawa menjadi pelindung untuknya. Buaya pemburu yang tidak berisik dia mendekati mangsanya dengan pelan-pelan. Air yang tadinya tenang tiba-tiba menyeruak dan kalian sudah berada di terkaman buaya. Karena itu jika ke sebuah danau, jangan berenang di luar area yang sudah ditentukan atau di area sungai atau danau dimana sering didapati kemunculan buaya. Dan terutama, jangan memasuki daerah perairan yang airnya keruh pada senja atau malam hari dimana sangat sulit untuk melihat dan binatang sedang aktif berburu.

Buaya sangat pandai menyembunyikan dirinya di air, seringkali yang nampak hanya mata dan hidungnya saja atau tenggelam seutuhnya. Buaya sering menyerang orang-orang yang berada di tepian sungai. Buaya dapat membuat serangan sangat cepat dan tiba-tiba. Apalagi di dalam air, buaya lebih cepat dibandingkan manusia. Jadi sebaiknya jagalah jarak sejauh mungkin dari mereka.

Beruntung, setelah berkunjung ke Banjarbaru ini, aku mendapatkan banyak pengalaman, mulai makanan yang sangat lezat, juga mendapat banyak teman baru, termasuk para anggota SAR. Selain selalu waspada, dan tak berlebihan, jika berkunjung ke Danau Seran, jangan lupa untuk menjaga kebersihan lingkungan. Jangan pernah buang sampah sembarangan, dan yang paling penting jangan pernah membuang SD card sembarangan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *