Menyelam Di Pulau Anak Krakatau

Anak Krakatau masih menjadi primadona bagi para wisatawan baik mancanegara, maupun domestik. Anak Krakatau menawarkan pemandangan yang tidak kalah menarik dibanding lokasi wisata lainnya. Dahulu Krakatau merupakan kepulauan berupa pegunungan vulkanik aktif yang berada di Selat Sunda, antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Gunung Krakatau sudah ada sejak zaman purba dan pernah mengalami letusan besar tahun 1883. 

Sebagai gunung berapi, di kawasan pulau Anak Krakatau tidak hanya bisa untuk mendaki dan tetapi juga menjadi spot untuk menyelam. Menyelam di Pulau Krakatau sangat menarik, karena pastinya ada pengalaman baru dengan mengeksplorasi pengaruh vulkanik ke bawah air. Sebagai gunung berapi yang masih aktif, kita juga bisa menikmati sensasi air hangat ketika menyelam di pulau ini.

Pada 22 Juni 2017 lalu, aku dan teman-teman melakukan diving tour ke pulau Krakatau. Di sana banyak pulau-pulau berbatu di bawah gunung berapi. Suasana alam sekitar sangat teduh dengan pepohonan yang hijau menyegarkan mata. Matahari saat itu sangat bersahabat sekali, sinarnya membuat pemandangan semakin indah di mata. Rawa dan airnya pun cukup tenang, dan membuat kami bisa bersantai menikmati alam.

Di kedalaman air, bisa terlihat tumbuh terumbu karang baru di beberapa tempat, penyu hijau juga sering terlihat di sekitar pulau. Terumbu karang tersebut sangat beraneka ragam, mulai dari karang keras hingga yang lunak atau soft corals. Aktivitas gunung api yang masih aktif dikhawatirkan mengganggu pertubuhan biota laut, termasuk terumbu karang. Namun ternyata, di sejumlah tempat, terumbu karang di sekitar pulau anak Krakatau ini sudah mulai tumbuh adn terlihat cantik
Batu-batu besar yang ada dasar laut, juga mulai ditumbuhi oleh soft corals. Bukan itu saja, ikan-ikan dan hewan laut lain juga sangat banyak di sekitar pulau ini.

Bukan hanya di sekitar Anak Krakatau saja. Perairan di sekitar Pulau Panjang juga memiliki terumbu karang yang baru tumbuh dan banyak batu-batu besar di dasar laut. Di sela batu-batu inilah soft coral banyak tumbuh. Anak Gunung Krakatau termasuk wilayah yang dilindungi, dan semoga saja keindahan bawah lautnya bisa bertahan.

Letusan Gunung Krakatau purba yang terjadi pada ratusan ribu tahun lalu telah menghancurkan dan menenggelamkan 2/3 bagian krakatau purba. Akibat letusan tersebut, menyisakan tiga pulau, yaitu Pulau Rakata, Pulang Panjang, dan Pulau Sertung.

Aku sangat menikmati pemandangan bawah laut di gunung paling berbahaya di dunia ini. Termasuk gelembung-gelembung yang terdapat di bawah laut. Gelembung udara tersebut muncul dari dasar batu. Dari kedalaman sekitar dua meter, gelembung-geleumbung udara ini naik ke permukaan. Di bagian bawahnya terasa panas, dan menandakan aktivitas gunung api di bawah lapisan bumi masih terjadi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *