Kenapa Harus Junk Food?

Apakah kalian termasuk penyuka Junk food, atau bahkan malah sudah kecanduan? Junk food adalah istilah untuk makanan yang jumlah kandungan nutrisinya terbatas. Makanan yang tergolong dalam kategori ini adalah makanan yang kandungan garam, gula, lemak, dan kalorinya tinggi, tetapi kandungan vitamin, protein, mineral dan seratnya rendah. Padahal, semua zat gizi itu sangat dibutuhkan untuk kesehatan tubuh kita.

Dalam makanan, haruslah tercukupi paling tidak unsur karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Dalam Junk food atau fast food kebutuhan tersebut belum tentu lengkap. Kadang, malah diberi tambahan vitamin dengan bahan sintesa. Bila jumlah kandungan garam, gula, lemak, dan kalorinya terlalu banyak di dalam tubuh, maka akan menimbulkan banyak penyakit. Dari penyakit ringan sampai penyakit berat seperti  darah tinggi, stroke, jantung, dan kanker.

Fast food dan soft drink mengandung kadar gula yang tinggi. Konsumsi berlebihan, mengakibatkan peningkatan kadar gula dalam darah. Penumpukan gula ini merangsang tubuh untuk memproduksi insulin lebih banyak sehingga terjadi sindrom kadar gula di dalam darah. Akibatnya, badan jadi lesu, sulit konsentrasi, dan mudah marah. Lebih parah lagi, kadar gula tersebut diikuti peningkatan produksi hormon adrenalin yang mendorong remaja bersikap agresif.”

Gula, terutama gula buatan, enggak baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan penyakit gula atau diabetes, kerusakan gigi, dan obesitas. Makanan atau minuman yang mengandung banyak gula, antara lain cake, cookies, dan minuman bersoda (soft drink). Di antara semua di atas, minuman bersoda mengandung paling banyak gula. Pada satu kaleng minuman bersoda, mengandung sedikitnya sembilan sendok teh gula. Padahal, seharinya tubuh kamu cuma butuh empat gram atau satu sendok teh. Enggak boleh lebih! Bayangin, kalau seharinya kamu minum soft drink dua sampai tiga kaleng. Berapa banyak gula menumpuk dalam tubuhmu?

Perlu kamu ketahui, minuman bersoda enggak cuma mengandung banyak gula, tetapi juga mengandung kafein dan zat-zat adiktif lainnya. Aku memang tidak terlalu suka minuman bersoda. Sekarang sudah hampir tidak pernah menyentuhnya. Lha, kalau dulu biasany beli soda untuk dicampur dengan minuman lainnya. Tapi itu kan dulu..hehehe.

Aku juga kebetulan memang tidak terlalu suka junk food, tapi apa mau dikata? Menu inilah yang paling gampang dicarinya, terutama di saat darurat lapar menyerang. Saat sudah malam, namun rasa lapar menghantui, kita bingung mau makan apa, pastinya fast food yang paling gampang dijangkau, rasanya, harganya pun sudah kita tahu kepastiannya. Saat sedang di luar kota, selama ada junk food rasanya masih aman. Namun junk food ini buatku tidak untuk menu harian, tapi untuk darurat saja. Menu favoritku ya Fried Chicken, paha dan sayap, tanpa nasi.
Tapi jika sudah keseringan, aku berusaha untuk menghindar, bagaimana caranya? Ya mending langsung tidur aja. Hehehe.

Aku tahu bagaimana bahaya dan rusaknya jika terlalu keseringan menyantap junk food. Aku tahu informasi ini dari film dokumenter, dimana ada orang yang bereksperimen selama 30 hari hanya makan junk food. Ia pun sakit, dan diperingati dokter akan bahaya terburuknya. Aku juga kerap mendapat informasi di internet agar jangan jadikan junk food sebagai menu sehari-hari. Jika sedang menonton film, bekerja, atau menedit DOES memang lebih nikmat ditemani cemilan. Biasanya aku kalau ngemil cukup dengan kacang mete dan kwaci. Tapi, karena sedang menjalani diet, sekarang kebiasaan ngemil sudah nggak lagi. Kalau mau makan, ya makan besar sekalian, jadi nggak usah nanggung-nanggung. Daripada nyemil dan kebanyakan junk food, bisa juga beli buah buahan.  Ini yang paling sering aku lakukan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *