Kapal Legundi Karya Anak Negeri

21 Maret 2019.

Pemandangan matahari terbit di Pantai Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur.

Mata yang kelelahan pelan pelan terbuka, Erix segera menyiapkan drone untuk mencari sunrise. Beberapa tim masih tertidur di teras coffe shop seperti backpacker ala ala Eropa. Semalam tim trip salam Indonesia menjadikan tempat ini sebagai work place, untuk mengerjakan editan dan tulisan untuk di upload hari ini.

Trio dan Tia, mencari cara untuk membangunkan tim dengan mencari sarapan melewati jembatan Kenjeran yang kini bagus, bersih dan megah.

Matahari pagi menemani pencarian sarapan hari ini, menu rawon dan pecel khas Surabaya. Sarapan sudah tersedia, seluruh tim dibangunkan dengan dalih “sarapan sudah datang”.

Pagi ini tim bagi tugas, mobil 1 menuju Pelabuhan Perak untuk membeli tiket menuju Pelabuhan Lembar Lombok. Mobil 2 dan 3 menuju ke Ace Hardware untuk melengkapi berbagai keperluan dan salon mobil. Memperbaiki sistem kelistrikan di mobil yang menjadi kebutuhan primer, karena tim sedikit rewel soal ini.

Pukul 12.00 seluruh mobil sudah berkumpul di Pintu Masuk Terminal Jamrud, Tanjung Perak.

Tampak Perahu Legundi yang megah sudah menunggu.

Setelah masuk ke dalam kapal, tim yang sebelumnya mengunderestimate kapal ini, sedikit tercengang. Tidak disangka kapal Legundi sangat bersih. Bayang bayang 20 jam di kapal tidak lagi menjadi hal yang menakutkan.

Tim segera mencari tempat duduk yang nyaman,  ada televisi, cafetaria, KM yang cukup bersih dan dipinjamkan matras untuk tidur. Dan hal yang lebih menyenangkan adalah internet masih tetap bisa jalan, walaupun terkadang suka hilang-hilangan. Dan tempat ini lagi-lagi diubah menjadi work place.

Tugas upload malam ini aman.

Moment menunggu tujuan dijadikan sebagai area mengisi konten.

Isa dan Soba masih mengedit video, Ferdi Deka Cemot dan Erix hunting foto dan video, Tia dan Teguh berkeliling mencari bahan tulisan, Nafi dan Yance menggunakan waktunya untuk istirahat.

Ada yang menarik dari Kapal Legundi, kapal ini baru berumur 4 tahun.

Memudahkan masyarakat Lombok dan Jawa dalam berkegiatan. Kapal Legundi cukup bisa diapresiasi karena hampir keseluruhan karya anak negeri kecuali mesin. Desainnya dibuat mahasiswa ITS, sedangkan badan kapal dibuat di Bandung. Hal ini cukup membanggakan!

Tim berganti gantian istirahat dan menjaga barang.

Sebagian tertidur dan sebagaian melakukan kewajiban.

Setidaknya semua tim bisa tidur maksimal, karena tenaga ini masih harus dipersiapkan untuk hari hari ke depan.

Selamat datang Lombok, kemana lagi kita?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *