Jangan Pernah Mengintimidasi Anak

Aku juga tidak ingin anak terlalu diintimidasi, pernah suatu ketika pengasuhnya menakut-nakuti Goku dengan kecoa, “awas itu ada kecoa!” jika terdengar kalimat tersebut Goku pun ketakutan. Sebagai orangtua, aku harus melakukan ‘recovery’. Berhari-hari aku bermain kecoa sampai Goku tidak takut lagi. Dia juga sempat takut dengan topeng-topeng monster yang ada di basecamp Endank Soekamti.

Karena itu aku selalu mengajaknya bermain dengan topeng-topeng monster tersebut, lalu perlahan aku tanamkan keyakinan bahwa jangan takut dengan topeng-topeng monster itu, “di balik topeng itu kan ada daddy dan teman-teman daddy” kataku sambil memperlihatkannya foto-fotoku dengan monster-monster tersebut.

Aku juga mengajarinya agar tidak takut gelap dengan mengajaknya ’night tour’ di kebun belakang rumah. Dengan bermondalkan lampu senter, aku mengajaknya jalan-jalan. “Gelap itu menyenangkan, kamu bisa mendapat pengalaman dan melihat banyak hal yang teman-temanmu mungkin nggak pernah melihatnya”. Sejak saat itu dia pun tidak pernah takut jika ingin ke dapur atau kamar mandi, meski lampu belum dinyalakan.

Namanya anak-anak sudah pasti banyak hal-hal kurang pantas yang dilakukannya. Pernah suatu ketika aku dan keluarga istriku berziarah ke makam nenek istriku. Di sana ramai sekali dan banyak orang yang sedang nyekar dan berdoa. Tiba-tiba Goku berdiri di atas batu nisan dan teriak “Rise People, Rise!” dan kami semua pun tertawa melihat tingkahnya. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *