HARI TERAKHIR DI KAKI GUNUNG TAMBORA

Menikmati keindahan alam di kaki Gunung Tambora tidak akan ada habisnya. Hari ini tim dibagi menjadi dua, yaitu tim laut dan tim gunung.

Kali ini tim laut terdiri dari Erik, Tia, Deka, Yance dan GPS (Guide Preman Setempat) asli dari Dompu, yaitu Ikhsan.

Tim Gunung adalah Cemot, Teguh, Ferdi dan GPS (Guide Preman Setempat) yaitu Cherik.

Tim laut menuju Pulau Moyo. Pulau Moyo terkenal karena pernah didatangi oleh Lady Diana dan artis artis besar lainnya seperti David Becham. Tidak hanya itu, Erik ingin berburu whale shark yang katanya menampakan diri di perairan Pulau Moyo.

Pulau Moyo berjarak sekitar 1 jam dari basecamp di Ndoro Canga, kemudian naik kapal sekitar 2 jam. Tepat pukul 12.00 tim laut naik kapal yang tidak ada penutupnya sehingga merasakan matahari langsung di kepala.

Tim Gunung mengalami kendala. Mobil yang mereka tumpangi tidak mampu melanjutkan perjalanan menuju Pos 5 Tambora karena ban yang mobil terperosok ke lubang. Mobil Hi-lux sepertinya kurang cocok untuk medan seperti gunung Tambora.

Waktu yang singkat membuat tim laut kembali membagi ke dalam 2 tim. Tim pertama Tia, Deka dan Yance menuju ke air terjun yang pernah digunakan Lady Diana mandi dengan mengendarai ojek dengan melewati jalanan yang sangat terjal.

Erix dan Ikhsan diving di salah satu spot terbaik di Pulau Moyo dan menemukan banyak sekali ikan. Underwater di Pulau Moyo tidak bisa diremehkan, cukup menawan.

Tia, Yance dan Deka merasakan kesegaran dan pemandangan yang sangat indah dari air terjun “Mata Jitu”. Mereka menghabiskan waktu untuk mandi dan bermain air.

Tim gunung kesulitan menghubungi tim laut atau tim yang ada di basecamp karena kesulitan mendapatkan sinyal, dan akhirnya mencoba bertahan dan mengeluarkan mobil. Tim gunung berusaha dengan bersusah payah akhirnya bisa kembali ke basecamp.

Tim laut walapun belum puas merasakan keindahan Pulau Moyo harus segera kembali ke basecamp. Saat perjalanan tim laut mencari keberadaan whale shark, sore itu tim tidak beruntung karena tidak bisa bertemu dengannya.

Menjelang petang, tim laut terombang ambing ditengah laut karena mendadak bensin kapal habis.

Untungnya dengan sisa sisa bensin di dirigen tim laut masih bisa kembali ke basecamp.

Tim gunung sudah menunggu di basecamp beserta tim lainnya dengan saling berbagi pengalam.

Dalam setiap kondisi dan hal yang sedang dilakukan dihadapi, pasti akan banyak sekali cobaan dan rintangan. Namun, jika kita bisa menyelesaikannya, kita bisa melampaui batas kemampuan kita.

Hal itu yang didapatkan dari perjalanan hari ini, bahwa banyak cobaan yang ternyata kita bisa melaluinya.

Hari terakhir di Tambora, terimakasih Tambora. Luar biasa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *