Fotografi Jalanan

Setelah cukup lama berkutat di videografi, aku mulai merambah dunia fotografi. Genre yang membuatku tertantang untuk kembali mengulik fotografi, adalah Street Photography atau foto jalanan. Bahasa resminya, fotografi jalanan ini adalah salah satu jenis dari foto dokumenter yang menampilkan subjeknya dari situasi candid, lokasinya pun berada di ruang-ruang publik seperti jalanan, trotoar, pasar, maupun tempat lainnya. Fotografi jalanan adalah sebuah aliran dalam fotografi yang dalam pengambilan gambarnya lebih mengutamakan objek.

Secara literatur, menurut Thomas Leuthard, “street photography hanyalah dokumentasi kehidupan di depan umum dengan cara yang jujur”. Tujuan fotografi jalanan adalah memotret hal yang murni dari kondisi dan representasi masyarakat. Ketika mengulik ‘street photography’ yang pertama kali aku cari adalah karakter gambar. Sama saja seperti di musik, yang mengharuskan kita mencari bentuk dan karakter suara.

Selain mendapatkan sebuah subyek yang unik, penting juga bagiku untuk mempunyai ‘signature style’ yang merupakan gaya khas karya-karya fotoku. Aku lebih senang dan fokus mengulik warna dan cara pengambilan gambar, selama proses pencarian karakter tersebut, aku semakin tertantang pada dunia ‘street photography’.
Fotografi jalanan adalah hasil bidikan kita di jalanan. Bedanya, kira nggak boleh men-’direct’ dan menangkap apa yang ada untuk disajikan.

Keterbatasan tersebut menjadi tantangan utama. Dalam fotografi jalanan ada etikanya tersendiri, kita nggak boleh memaksa, menggambil gambar orang tak berdaya, mencuri, dan ‘candid’ karena itu namanya paparazzi, bukan ‘street photography’. Meskipun kadang aku langgar, namun terus mengusahakan agar bisa membuat karya foto yang semakin baik lagi. Yang terpenting adalah kita tahu etikanya, dan ketika melanggar harus mempunyai solusi dan menanggung resikonya.

Untuk menciptakan fotografi jalanan, tidak ada teknik khusus, karena fotografi jalanan ini lebih mementingkan makna foto itu sendiri. Adapun beberapa kendala yang mungkin bakal dijumpai dalam fotografi jalanan adalah momen yang hilang seketika karena objek terlalu cepat bergerak atau terhalangi benda atau orang. Selain itu settingan kamera yang belum pas, otomatis membuat kita belum siap untuk memotret.

Seperti dokumenter, fotografi jalanan adalah cara efektif dan terbaik agar bisa berinteraksi dengan masyarakat. Bagaimana kita bisa diterima di lingkungan yang tidak pernah kita kenal sebelumnya. Kita harus membuat gambar senatural mungkin, meskipun subyek tahu bahwa ia akan difoto, hal itulah yang menuntut kita agar bisa berinteraksi dengan baik di masyarakat. Sambil memotret, aku selalu memancing dengan sebuah obrolan. Ketika membidik, aku selalu menunggu dan mengusahakan agar mata subyek menatap ke kamera, hingga hasi fotonya menjadi natural, dan mendapatkan momen yang aku harapkan.

Rencananya karya-karya ‘street photography-ku ini bakal aku pamerkan, konsep, tempat, dan waktunya tunggu kabar selanjutnya ya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *