Fitness tau Diet?

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa untuk menjaga kesehatan, olahraga merupakan salah satu hal yang penting dilakukan. Setelah melahirkan Astu, putra ketigaku, badan istriku jadi membengkak, alias gemuk. Karena masih menyusui, Dita belum boleh menjalani diet. Satu-satunya jalan agar bentuk tubuh kembali normal adalah dengan fitness. Paling tidak dengan fitness ia bisa mengencangkan kembali otot-otot yang sebelumnya tidak bekerja. Olahraga setelah melahirkan membantu mengembalikan bentuk tubuh kembali seperti sebelum hamil. Tak heran, banyak ibu setelah melahirkan akan lebih giat berolahraga.

Namun waktu yang tepat untuk bisa mulai olahraga setelah melahirkan tergantung dari kondisi dan kesanggupan. Selama merasa sanggup dan dokter juga memperbolehkannya, tidak masalah jika ingin melakukan olahraga seminggu setelah melahirkan. Tapi sebaiknya konsultasikan ke dokter sebelum mulai olahraga setelah melahirkan.

Sebenarnya Dita mulai rutin fitness setelah melahirkan Barak, dan mulai berhenti ketika positif hamil anak ketiga. Baru Februari 2018 ini ia kembali rutin fitness. Tentunya Dita tidak sembarangan latihan, karena dibimbing oleh personal trainer di sebuah pusat kebugaran di Jogja. Latihan fitnessnya hanya dititik beratkan untuk kekuatan otot pinggul, tangan, dan kaki. Dita melenturkan kembali otot pinggul, otot perut, bisep, trisep, dan hamstring. Letak otot bisep ini terdapat pada lengan atas, dan cukup dikenal karena dekat dengan permukaan kulit sehingga mudah untuk dilihat. Sedangkan otot triseps merupakan otot besar yang terletak di sepanjang lengan atas. Fungsi dari otot trisep adalah sebagai penahan beban pada sendi bahu dan ekstensi sendi siku.

Dita juga mengaku senang main kettlebell, alat fitness berupa bola besi dengan gagang yang tebal. Kettlebell sebenarnya merupakan olahraga asli masyarakat Rusia. Prinsip latihan kettlebell terbagi menjadi tiga kategori gerakan yakni swing yang berdampak pada pinggul, pull and push yang juga berdampak dari pinggul sampai kaki dan squad yang lebih mengarah pada bagian perut dan kaki. Selain mampu membentuk badan, dengan sering berlatih kettlebell, kita dapat mengeluarkan tenaga yang cukup besar dalam jangka waktu yang panjang, Manfaat kettlebell lainnya adalah untuk stamina. Kettlebell cocok untuk latihan intensif yang fokus pada otot utama, membakar lemak tubuh, dan membangun kekuatan tubuh. Menurut para ahli, satu kali (35 menit) berlatih kettlebell sama dengan lima jam berlari di atas treadmill”.
Biasanya Dita bisa melakukannya 10 menit tanpa berhenti.

Setiap Senin sampai Jumat Dita berlatih di Celebrity Fitness. Sebelumnya, setelah kelahiran Barak, ia berlatih di Adonis Fitness. Untuk personal trainer, Dita merasa lebih nyaman dengan sesama wanita. Biasanya kan personal trainer memberikan deskripsi yang menyentuh bagian otot-otot tertentu. Karena itu dengan personal trainer wanita ia merasa lebih nyaman dalam berkomunikasi.

Sewaktu fitness di Adonis, aku juga sempat ikut latihan rutin sampai tiga bulan. Hal itu karena aku melihat perkembangannya secara signifikan. Tapi lama-kelamaan aku jadi malas, dan memang tidak percaya bahwa olahraga bisa melangsingkan tubuh, akhirnya malah justru lebih banyak makan. hahaha.. Untuk urusan menguruskan badan, aku lebih percaya pada diet daripada berolahraga. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *