10 Tips Saat Soekamti Day

Menonton konser musik memang menjadi hal yang sangat menyenangkan, apalagi perginya bersama teman-teman atau pacar. Tapi sebelum kalian memutuskan untuk berangkat berpesta sekuat tenaga bersama Endank Soekamti, ada 10 hal yang harus diperhatikan:

Informasi: Serap info sedetail-detailnya, lokasi dimana, harga tiket berapa, lalu sebarkan informasi ini kepada teman-temanmu yang belum tahu.

Atur Rencana: Kita harus membuat rencana pergi dengan siapa, naik apa, jika menginap pastikan tempat menginapnya.

Pamit dengan keluarga: Hal ini penting untuk menghidari berita-berita anak hilang dengan alasan menonton konser Endank Soekamti.

Packing dan Eksis: Ada beberapa yang boleh dan tidak boleh dibawa saat Soekamti Day, selengkapnya ada di bawah artikel ini. Jangan lupa juga eksis di sosial media bahwa kalian akan bersenang-senang di Soekamti Day.

Berdoa dan Hati-hati di jalan: nah, yang ini jangan sampai kelupaan, jaga keselamatan selama perjalanan dan jangan sampai lupa makan sebelum konser.

Tertib dan Antri: sesampainya di venue jangan lupa untuk hal ini, meskipun konsernya digelar tanpa tiket alias ngantri, kita tetap harus tertib dan mengantri

Mampir ke booth merch: dukung band kesayangan kamu dengan membeli original merchandise nya, selain itu juga ada kotak donasi untuk proyek Endank Soekamti lainnya. Di booth ini kalian juga bisa saling berkenalan dengan kamtis-kamtis lainnya

Bertukar Contact dan Kenang2an: setelah saling berkenalan, kalian juga bisa menjalin silaturahmi lebih dekat lagi. Bahkan bisa jadi kalian malah ketemu jodoh, lho…;p

Saling Menjaga dan Melindungi: Berhati-hati kalau sedang berpogo ria jangan sampai memukul teman-temannya, usahakan tangannya dibuka, jangan mengepal. untuk para wanita diberi tempat di paling depan. Kalau ada yang mencoba provokasi atau copet, tangkap dan telanjangi.

Have Fun!

Nah,kita ada beberapa tips tentang apa Yang boleh dan tidak boleh dibawa saat konser. Biar apa? Biar keamanan konser selalu terjaga, dan bakal ada konser-konser seru lain lagi yang bakal diselenggarakan karena kita sebagai penonton bisa menjanjikan suasana yang aman.

Yang Boleh:

1.Bendera
Bendera itu bikin suasana konser makin meriah.. Selain itu, bendera juga berguna sebagai pengganti payung agar tidak kepanasan atau kehujanan.. Tapi inget, ini konser music, jadi nggak boleh bawa bendera tim bola, bendera partai, dsb. Dan inget, usahain bendera yang kalian bawa itu, jangan sampai mengganggu penonton yang lain ya!

2.Pacar
Pacar juga salah satu yang bisa membuat konser tambah asik dan meriah saat menonton konser, apalagi saat lagu yang sedang dimainkan itu lagu favorite kalian pasti suasananya menjadi sangat asik. Dan jangan sampe salah membawa pacar orang ya!

3.Air minum
Ini hal yang paling penting yang harus di persiapkan saat menonton konser, agar saat kalian kehausan saat nyanyi dan nge-dance mengikuti alunan musik tidak perlu pergi mencari minum. Air minum yang kita rekomendasikan adalah air putih atau minuman yang bisa membantu memulihkan stamina. Jangan membawa minuman keras, karena minuman keras itu sifatnya panas, sedangkan kondisi gig pastinya udah panas. Ntar endingnya suasana hati ikut panas. Rusuh deh.. Inget ya! Rusuh pas konser itu sifat penonton kampungan.

4.Kamera
Kamera juga salah satu yang wajib di bawa saat konser, kamera bisa mengabadikan moment musisi kesayangan kita saat manggung bisa juga untuk mengambil foto cewek atau cowok cakep yang sedang nonton konser. Kalo nggak punya kamera digital, kalian boleh pake kamera di handphone. Yang penting jangan make kamera di tablet atau webcam laptop karena itu bisa menutupi pandangan para penonton di belakang kalian.

Yang tidak boleh:

1.Senjata tajam
ini benda yang sangat amat di larang untuk dibawa di semua konser, jangan sampai membawa tajam ke konser karena itu membahayakan penonton yang lain. Kalo niatnya mau have fun, ngapain bawa senjata tajam? Mending bawa tikar, sajadah, sarung, biar kita tetap di dalam lindungan yang maha kuasa. Yup.. Doyan music boleh, tapi jangan ampe lupa ibadah ya!

2.Barang-barang mewah
Bete nggak sih, kalo pulang dari konser hape ilang? Dompet ilang? Pacar ilang? Itulah kenapa, pas nonton konser, mending tinggalin benda-benda mewah yang kalian punya di rumah aja. Bawa barang-barang yang berguna aja. Misal: Jas hujan.

3.Narkoba
Ngapain bawa dan make narkoba pas konser? Mau keliatan keren? Basi.

Nah itu lah beberapa tips tentang yang boleh dan tidak boleh di bawa saat konser semoga tips ini bisa menjadi pertimbangan untuk kalian saat menonton konser.

Dan yang penting jangan mengotori area konser, jangan membuang sampah sembarangan dan selalu menjaga keamanan saat konser berlangsung atau sudah selesai.

Mungkin kalian juga punya tips tentang apa yang boleh dan tidak boleh dibawa saat konser? Silahkan share tips kalian di bawah :D.

Selamat Jalan Made Navicula & Afi

Senin (26/3/2018) musik Indonesia berduka, kabar duka tersebut datang dari personel band grup band Navicula, Made Indra Dwi Putra. Setelah tiga hari dirawat di ruang perawatan intensif (ICU) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, musisi Bali ini meninggal dunia. Made Indra menghembuskan nafas terakhir pada pukul 18.25. Made menyusul kekasihnya Afiriana Dewi yang meninggal sesaat setelah kecelakaan di Jalan Raya Sakah, Sukawati, Gianyar pada Sabtu (24/3/2018) dini hari. Sebelumnya dua sejoli ini mengalami kecelakaan di Jalan Raya Sakah, Ubud, Gianyar. Menurut berita, sebelum meninggal dan selama masa pemulihan, Made telah ditangani sejumlah tim dan ahli bedah syaraf. Mulai dari bedah ortopedi, bedah torax, bedah umum dan Anestesi. Rencana Made untuk menikahi Afi pun pupus. Sebelumnya Made telah datang ke rumah keluarga Afi di Godean Yogyakarta.

Kurang lebih sepuluh tahun yang lalu setiap ke Jogja, Navicula selalu singgah bahkan menginap di Basecamp Endank Soekamti. Mereka bisa menghabiskan waktu seminggu untuk beberapa gigs di Jogja. Awal perkenalanku dengan mereka dari Nymphea Band yang juga berasa dari Bali. Mereka juga kerap menginap di basecamp Endank Soekamti. Saat itu kami menempati sebuah rumah kontrakan di dekat kawasan Casagrande Yogyakarta.

Di Jogja, kita pasti senang-senang terus, mereka bahkan ikut siaran di Radio Soekamti, biasanya kita berdiskusi seputar musik, dan kehidupan. Selain siaran, kita juga kerap bermain Play Station, dan Made salah satu yang paling hobi main game sepakbola tersebut. Navicula adalah band yang sangat ‘enjoy’ dengan rutinitasnya, mereka sangat menikmati kehidupan tur dan jalan-jalan di Jogja.

Sewaktu mendengar berita kepergian Made dan pacarnya Afi karena kecelakaan, aku sangat sedih dan terpukul sekali. Meski termasuk sudah jarang ketemu, hubunganku dengan Made sangat dekat. Mungkin karena sama-sama bassist, jadi ada hubungan emosional tersendiri. Sewaktu bertemu di Jogja, Made juga sempat curhat soal hubungannya dengan Afi yang merupakan anak Jogja. Kami bercanda soal budaya dan gaya anak muda di Jogja. Pada tahun 2013 Afi juga membantu video klip Endank Soekamti ‘Aku Gak Pulang’. Di video klip yang syutingnya dilakukan di rumah Athonk (seniman Tatto dan tokoh Rockabilly Jogja) itu, Afi tampil sebagai cameo.

Sehari setelah kecelakaan, saat Made dalam masa-masa kritisnya, aku sempat Whatsapp Robi Navicula. Aku dan teman-teman di Endank Soekamti turut berduka dan mendoakan agar Made bisa selamat dan kembali pulih. Aku juga berkata pada Robi kalau ada konser Navicula yang sudah terlanjut terikat kontrak, aku bersedia menjadi bassit mereka, menggantikan sampai Made kembali pulih. Aku rasa saat itu baru hal tersebut yang bisa kulakukan dan kubantu sebagai sahabat dan solidaritas sesama musisi.

Endank Soekamti dan Navicula juga sering manggung bareng, terutama di Bali. Tapi sayangnya belakangan ini kita jarang berjejeran waktunya, jadi justru malah mulai jarang bertemu di backstage. Bagiku Navicula adalah band yang apik banget. Liriknya bagus, tajam, dan aksi sosialnya sangat nyata. Mereka adalah band yang sangat fokus dengan apa yang mereka perjuangkan, bukan cuma pencitraan.

Misalnya saat konser musik Lockstock 2 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakata, pada 2013 silam. Karena muncul berita negatif soal acara tersebut, Navicula malah dipuji-puji publik jejaring sosial Twitter. Mereka sangat berjiwa besar untuk terus tampil meski bayarannya gak jelas. Navicula tetap konser dan menyuarakan apa yang mereka perjuangkan. (*)

DHARMA

SEBAGAI sebuah band, nama DHARMA lebih dikenal sebagai band ‘ngamen’ yang lebih sering menyanyikan lagu-lagu populer ketimbang membawakan karya sendiri. Namun band ini juga cukup produktif melahirkan karya-karya mereka sendiri. Tercatat, sebelumnya Dharma telah empat kali melakukan konser tunggal yang mereka gelar sendiri.

DHARMA sendiri merupakan sebuah band akustik yang sudah cukup lama malang melintang di dunia permusikan Yogyakarta. Band ini memulai debutnya dalam ajang LA Lights IndieFest 2009. Mengusung genre musik yang merea sebut ‘Custom Harmony’. Sebuah harmoni yang mengacu pada konsep musik folk yang dipadukan dengan rock, blues, pop dan beberapa jenis musik lain. (*)

Super Mario

)

Band yang dibentuk sejak 20 November 2003 ini terdiri dari Arief (vokal dan pemain kata kata), Roy (vokal 2), Faris (guitar), Heru (bass), Medi (keyboard/synthe) dan Dona (drum). Super Mario merupakan  band yang sering tampil nyeleneh dan identik dengan gaya dan irama yang populer di era 80-an. Mulanya mereka bernama The Super Mariobross dan mengaku mengusung aliran musik ‘Rock Bocor’. Tahun 2007, Super Mario menelurkan mini album berjudul ‘Robot Cinta’ yang berisi enam lagu, album yang dicetak sebanyak 2000 copy ini ludes terjual. (*

HARAM

Seniman Reza D. Pahlevi dan Hidayat Surodijoyo membentuk proyek musik kolaboratif terbuka yang mereka beri nama Haram. Mereka mengidentifikasikan musik yang dibawakan dengan istilah Kosmische Dub. New wave, dub, noise rock sampai elektronik mereka kawinkan jadi satu, hasilnya adalah melahirkan sebuah ramuan yang fantastis. Haram melepas Tarjama EP yang merupakan reinterpretasi terhadap musik-musik yang mempengaruhi proses bermusik yang mereka jalankan.

Tarjama EP ini berisikan. Lagu lagu dari Koil, Blonde Redhead, Kraftwerk dan New Order, dibawakan ulang dalam versi Kosmische Dub. Sebelumnya mereka telah melepas edarkan beberapa raw demo live dari penampilan mereka yang bisa diunduh secara bebas di laman soundcloud.com/haraamusika. Tidak hanya itu, Haram juga melepas sebuah video single berjudul Erotomaniac yang bisa disaksikan di halaman facebook mereka. (*)

Mantradisi

Kelompok Mantradisi sendiri adalah multi interpretasi. Man’ berarti ‘manusia’, sedangkan kata ‘tradisi’ silakan diartikan sendiri. Konsep awal kelompok ini bermula dari kegelisahan Paksi Raras Akit sebagai manusia dengan latar belakang beragam. Ia merupakan ahli sastra jawa secara akademis. Sejak sekolah di Taman Siswa, hingga Sastra Jawa di UGM, ia sangat dekat dengan macapat, bahkan seringkali menjuarai perlombaan.
Sejak kuliah Paksi mulai lebih sibuk bermain band, namun hal itu memunculkan kegelisahan, terutama setelah seniman Djaduk Ferianto menantangnya untuk mencari persilangan sastra jawa dan musik yang ditekuninya. Hal tersebut mulai dilakukannya di acara Festival Musik Tembi dimana ia mulai mengawinkan ruang sastra Jawa dengan musik modern lewat Mantradisi. Mementaskan sastra Jawa yang lebih diutamakan, sedangkan musik hanya medium. (*)

ERWE

ERWE adalah band Jogja yang berdiri pada 8 Agustus 2003, mereka memainkan Ska Rock. ERWE merupakan singkatan dari ‘Error Without Emotion’ yang bermakna perdamaian. Tapi banyak juga yang mengartikan sesuai keinginan mereka sendiri, ada yang mengartikan ERWE itu makanan hasil olahan dari daging anjing. Awalnya personil ERWE sejumlah tujuh orang, dan mengusung aliran Reggae DanceMenginjak album kedua, mereka menetapkan dan meng’ijab qobul’kan kalo ERWE adalah band Ska Rock.

Pertengahan 2014, band ini mulai berubah nuansa, seiring beberapa personelnya memutuskan untuk hijrah, karya-karya ERWE menjadi lebih kaya akan nilai-nilai spiritualitas. (*)

Shaggydog

Satu di antara band yang tetap konsisten dijalurnya adalah Shaggydog. Band yang memadukan beberapa unsur musik seperti, ska, reggae, jazz, swing dan rock n roll ini terbentuk di Sayidan, sebuah kampung dipinggir sungai di tengah kota Yogyakarta. Band yang beranggotakan Heru Wahyono, Richard Bernado, Raymondus Anton Bramantoro, Aloysius Oddisey Sanco (Bandizt), Lilik Sugiyarto dan Yustinus Satria Hendrawan (Yoyok) ini dibentuk pada 1 Juni 1997.

Musik yang mereka mainkan rancak pada umumnya, meski ada beberapa lagu yang cukup down/mid tempo, musik Shaggydog sangatlah danceable. Di dalamnya ada Reggae, ska, jazz, bossas, pop, rock, dan sebagainya.

Pada tahun 1999 album pertama Shaggydog diliris. Dengan label Doggy House (management Shaggydog), Album yang diberi title “SHAGGYDOG” ini membuahkan hasil yang diluar dugaan. 20.000 copy habis terjual. Jumlah yang cukup besar untuk sebuah band indie. (*)

Something Wrong

Something Wrong memulai debut rekamannya pada 1998, dalam kompilasi Yogyakarta United Underground. Kompilasi ini menyajikan rekaman band-band underground Yogyakarta dari berbagai aliran. Something Wrong menyebut gaya musik mereka dengan ‘Yogyakarta Hardcore’. Band ini amat terpengaruh oleh band-band band-band old school  New York Hardcore seperti Agnostic Front, 25 ta Life, Warzone, mereka juga mengadaptasi band European Hardcore seperti Discipline, Brightside, dan lain-lain. Dalam perkembangan musiknya Something Wrong juga mendapat influence dari jenis musik lain selain hardcore, seperti jenis musik Oi!, Metal, dan Punk.

Sejak awal terbentuk, pada setiap pementasannya Something Wrong sudah membawakan lagu-lagu ciptaan mereka sendiri disamping juga lagu-lagu dari band hardcore favorit mereka.

Kini SWYKHC terdiri dari Wahyu Jatmiko aka Soetik (bass), Yanuar Surya (drum), Wahyu Dwihandoko aka Hendi aka Bobacox (guitar), Danar aka Kucing (microphone). Pada tahun 2010 Something Wrong merilis album ke-3 mereka “Nesu” yang merupakan akronim dari ‘Negoro Edan Sengsoro Uripe’. Terdapat 12 lagu bernuasa hardcore dengan lirik berbahasa jawa. Liriknya meneriakkan kritik terhadap sistem sosial dan situasi politik di Indonesia. Inilah yang membedakan mereka dengan band-band dengan genre sejenis. (*)

‘Tetaplah di Sini’ Bersama GIE

Band asal Jogja, Gie meluncurkan single terbaru berjudul ‘Tetaplah di Sini’. Ini menjadi single keempat yang mereka luncurkan setelah dua single sebelumnya. Gie juga telah merilis satu mini album di tahun 2015, serta satu karya tunggal lainnya di 2016. Lewat ‘Tetaplah di Sini’, Gie menggali lebih dalam tentang sebuah kenyataan, yang nampaknya menjadi suatu hal yang sangat menyakitkan bagi mereka yang belum siap untuk menghadapinya. Bagaimana jika kenyataan itu berhadapan langsung dengan perasaan, dimana segala hal yang sangat sensitif tersimpan dengan sangat rapi di sana.

Lewat ‘Tetaplah di Sini’, band yang beranggotakan Wimar (vokal), Gatra (gitar), Denny (bass), Kaka (keyboard), dan Subangkit (drum) ini mengajak para pendengar untuk menyadari lebih dalam mengenai kekuatan perasaan yang selama ini mungkin belum mereka sadari. Menurut Gatra penulis lagu, karya ini bercerita tentang sebuah malam yang diharapkan dapat menjadi penguat keyakinan untuk menghadapi kenyataan. Ia ingin menggambarkan bagaimana jika sebuah hubungan dihadapkan pada kondisi demikian, yang diharapkan ialah persiapan untuk saling menguatkan satu sama lain agar kenyataan tak menjadi menakutkan.

Gatra melanjutkan “Bahwa kebahagiaan bukanlah perkara waktu, tempat atau kebersamaan, melainkan apa-apa yang ditanam dan dirawat baik dalam pikiran. Karena kita hidup dalam kenyataan, dimana yang terjadi benar-benar terjadi walau pun itu adalah sesuatu yang sangat menakutkan. Kita tidak hidup layaknya seperti di negeri harapan, yang mana segala sesuatunya kerap dikemas dengan indah dan menyenangkan,” kata Gatra lebih memperjelas pesan dari karya yang ia proses bersama dengan teman-temannya di Gie. (*)

Menurut bassist Gie, Denny ‘Tetaplah di Sini’ tidak hanya menjadi sebuah karya yang memiliki arti sangat mendalam, namun dari segi musikalitas, materi ini menjadi wajah baru Gie yang sebenarnya. ‘Tetaplah di Sini’ menjadi representasi para personil Gie pada musik yang selama ini menginspirasi mereka.

“Musik yang digubah dalam single ini menurut kami tidak terkesan dipaksakan untuk mengikuti arus musik tertentu. Bisa dibilang ‘Tetaplah di Sini’ merupakan karya yang lebih jujur melebihi karya-karya yang pernah kami ciptakan sebelumnya,” papar Denny.

Dalam proses penggarapan single terbarunya ini, Gie melibatkan beberapa pihak yang ikut terjun secara langsung. Beberapa di antaranya seperti Jogja Audio School yang menjadi tempat mereka untuk merekam karya tersebut, juga Rumah Rekam yang menjadi ruang bagi Gie melakukan proses finishing untuk lagu ‘Tetaplah di Sini’.

Gie juga melibatkan Regga Hendarto untuk pengerjaan cover art dari single ini. “kami mau kasih bocoran, bahwa single ini bisa dibilang sebagai materi pembuka dari album penuh kami yang rencananya siap dirilis dalam waktu dekat,” tambah Wimar.