A Start Always A Hard Part (Ksatria Suramadu)

Hujan mengguyur Yogyakarta seharian, di tgl 17 Maret 2019. Mau tak mau urusan packing di hari keberangkatan ini jadi terganggu.

Erix yang baru menyelesaikan Soekamti Day di Lampung, berhadapan dengan turbulens selama perjalanan menuju Yogyakarta.

Pemasangan roof rack, Avanza Veloz sedikit tergesa, berakibat munculnya celah air di pintu mengakibatkan kursi penumpang basah kuyup.

Hingga pukul 02.00 dini hari, tim Trip Salam Indonesia 2019, akhirnya siap untuk berangkat.

Perjalanan Yogyakarta-Surabaya, disambut dengan langit dan sunrise yang cerah. Membuat semangat tim menyala, walaupun mata sedikit berat untuk dibuka.

Di Surabaya, tim #TSI2019 menyempurnakan kesiapan mobil. Lalu berancang-ancang untuk berangkat ke Madura.

Kemegahan jembatan Suramadu memang jadi salah satu target tim #TSI2019. Cuaca yang terlihat mendukung, membuat tim bersemangat untuk mengarsipkan jembatan ini lewat aerial video.

Disinilah tim TSI 2019 merasakan extreme nya perubahan cuaca sekarang ini. Setelah tim berputar balik untuk pengambilan gambar, terlihat awan kelabu bergerak cepat dari arah seberang. Posisi kendaraan tim TSI berada di tengah jembatan, dan drone sudah melayang.

Dan benar, jangan pernah meremehkan kecepatan awan kelabu yang membawa hujan itu. Apalagi ditambah gangguan sinyal di tengah jembatan Suramadu. Drone tak mampu mencapai titik aman, dan terhempas di aliran kendaraan yang melintas Suramadu.

Adalah Deka Pramana Putra, seorang ksatria pemberani yang mencoba menyelamatkan arsip yang sudah terekam itu. Melangkah seorang diri di jembatan sedangkan semua mobil harus berputar di ujung jembatan.

Namun kekuatan supernya tak mampu melawan lebatnya hujan. Walaupun Deka dihampiri mantol (jas hujan) penyelamat yg datang entah darimana, wal hasil dia tetap klebes a.k.a kuyup dengan membawa pulang bangkai drone yg hancur tanpa memory card.

Dan Drone Rescue, berubah menjadi Deka Rescue. Dalam lebat hujan, sungguh sangat sulit menemukan Deka. Apalagi si ksatria ini menyamar menjadi sebuah patung berkerudung hijau.

Dan sisa hari pertama perjalanan #TSI2019 ditutup dengan stand up komedi dari Deka yang bercerita perjuangannya di belantara Suramadu.

Ya, memang sebuah awal yang berat. Seperti halnya saat di awal kita memulai semua usaha kita. Tapi tetap satu keyakinan di hati. Semua yang kita lakukan sepenuh hati, akan berbuah indah di kemudian hari.

Tetap optimis, tetap semangat!
Let’s go!

#TripSalamIndonesia2019
#Day1