Sehat dan Bugar dengan ‘Mixed Martial Arts’

Aku pernah memosting perihal bentuk-bentuk tubuh musisi di instagram. Di sana terlihat vokalis berdiri di barisan paling depan, ia memiliki postur tubuh yang kurus dan ideal. Makin ke belakang barisan, orangnya makin gemuk, dan bassist ada di bagian terakhir sebelum roadie. Kawanku Paksi Raras Alit yang merupakan seorang vokalis Mantradisi mengakui bahwa memang seorang vokalis harus memiliki tubuh ideal, karena ia selalu berada di paling depan, dan yang pertama kali dilihat adalah vokalis. Aku kok merasa nggak terima dengan pernyataan di postingan tersebut. Sebagai vokalis dan bassit Endank Soekamti, tentu saja aku berusaha untuk memilik berat badan ideal. Meski saja untungnya Endank Soekamti digemari bukan karena fisiknya, tapi hal kesehatan ini tentu juga penting untuk menunjang performa di atas panggung.

Karena itu aku mulai rutin melakukan diet dan giat berolahraga secara disiplin, minimal selama 100 hari. Saat ini aku memang lebih suka olahraga daripada gym. Bagiku gym adalah kegiatan yang monoton, gerakannya cuma itu-itu saja. Karena itu aku memilih olahraga yang interaktif dan aktraktif dimana ada teman dan lawan mainnya. Olahraga yang sedang aku geluti adalah martial arts, seni bela diri campuran yang membolehkan berbagai teknik pertarungan, seperti pergumulan, tendangan, dan pukulan.
Di dalam seni bela diri campuran atau Mixed Martial Arts (MMA) masing-masing petarung didorong untuk mengombinasikan teknik dari berbagai cabang seni bela diri untuk melumpuhkan lawan. Gaya Bertarung dalam MMA sangat unik, di dalamnya terdapat jurus dari olahraga Tinju, Jui Jitsu, Karate, Taekwondo, Gulat, Judo, Muay Thai, dan sebagainya.

Kemampuan bertinju memang harus dimiliki oleh banyak petarung MMA, sedangkan Jiu-jitsu Brasil yang mengedepankan kuncian dan cekikan untuk melumpuhkan lawan dipelajari di MMA untuk mempersiapkan diri menghadapi pertarungan bawah. Jiu-jitsu sangat berguna untuk melumpuhkan musuh ketika bergulat di matras. Lalu kemampuan gulat berguna ketika bergelut di pojok ring, atau untuk menjatuhkan lawan ke lantai. Kalian pasti pernah mendengar nama Bruce Lee, ya bintang film legendaris tersebut merupakan pelopor dari Jeet Kune Do. Dalam filosofinya, petarung didorong untuk menggunakan gaya bertarung apapun yang dapat digunakan untuk mengalahkan lawan. Olahraga bela diri dari Jepang, Judo lebih fokus pada pergumulan dan lemparan. Dalam MMA, judo dapat berguna ketika praktisi ingin menjatuhkan lawan, atau ketika ingin menyelesaikan sebuah pertarungan dengan kuncian ketika peluang telah tercipta. Kita juga mempelajari karate yang berguna untuk memanfaatkan tendangan.

Begitu juga dengan Tae Kwon Do yang tekniknya lebih fokus pada tendangan. Petarung Tae Kwon Do percaya bahwa kaki merupakan anggota tubuh yang paling kuat, dengan jangkauan paling jauh, dan dapat mengurangi peluang musuh untuk menyerang balik. Lalu masih ada Muay Thai tidak hanya fokus pada tendangan, tapi juga pukulan dan pergumulan. Olahraga yang berkembang di Tiongkok, Sanshou atau Sanda lebih fokus pada pertarungan jarak dekat. Di dalam MMA, teknik Sashou dapat dimanfaatkan untuk menjatuhkan lawan dan memposisikannya di dalam posisi yang kurang menguntungkan. Menurut cerita, konsep pertarungan MMA telah dipraktikkan sejak zaman Yunani Kuno. Kini MMA semakin populer, terutama lewat banyaknya organisasi dan ajang promosinya di seluruh dunia.

Seperti yang aku jelaskan di atas, kalau aku menggeluti MMA bukan untuk menjadi seorang petarung atau atlet. Beberapa manfaat lain belajar MMA, selain untuk bela diri adalah dapat meningkatkan kepercayaan diri Terutama percaya diri bisa melindungi dirinya sendiri dari bahaya dan ancaman. Manfaat lainnya adalah untuk menjaga kebugaran tubuh, menjadikan berat badan kita sehat dan ideal. Dengan melakukan gerakan MMA, kita dapat membakar kalori di tubuh.

Aku latihan MMA di Synergy Viper MMA Yogyakarta, sebuah klub beladiri yang berlokasi di Jl. Ringroad Utara, Area Parkiran Museum Monjali Yogyakarta. Klub yang awalnya hanya sebuah komunitas penyuka beladiri ini sudah eksis sejak tahun 2007. Enaknya olahraga ini, kalau gak berhasil kurus, tapi badan bisa jadi sehat dan jadi jago bela diri. (*)

Selulit yang Bikin Nyelilit

Tentunya banyak orang yang mengeluhkan selulit yang ada pada tubuh kita, terutama para wanita. Selulit dan strech marks merupakan dua kelainan kulit yang tidak sama dengan ciri perubahan kulit yang tidak enak dipandang mata. Banyak orang yang tidak nyaman dengan selulit, karena kulit jadi tidak mulus. Maka itu harus pintar-pintar untuk tetap bisa tampil percaya diri. Di antaranya dengan mix and match baju supaya bagian tersebut tidak terekspos. Selulit juga biasa dialami oleh semua remaja lho, hal ini karena pengaruh hormon tubuh jadi melar, dan tanpa sadar suka menggaruk bagian tubuh seperti lengan, paha, atau perut.

Penyakit ini tanpa gejala dan sebenarnya mudah diidentifikasi. Banyak orang dari beragam usia yang memiliki selulit di kaki, pantat, atau perut. Selulit terjadi ketika sel lemak menonjol melalui lapisan kulit terluar, menghasilkan kulit yang berkerut. Menghilangkan selulit juga bisa tergantung dari perubahan gaya hidup, produk perawatan kulit, dan perawatan spesial. Para pria banyak yang gemar membentuk tubuh mereka dengan latihan di gym. Namun, tanpa disadari, selulit muncul akibat peregangan otot yang tumbuh secara bertahap. 

Menurut ahli Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Husna Raisa M.Sc SP.KK, faktor yang diduga berperan belum sepenuhnya dijelaskan. Ada beberapa macam strech marks, yaitu striae distensa, strie gravindum, striea alba dan striae rubra. Selama pubertas striae ini muncul di daerah dimana sering terjadi perubahan ukuran secara cepat, seperti pada wanita di area payudara, paha, pinggul, dan pantat. Sedangkan selulit pada pria juga sering terjadi di daerah bahu, paha, dan pinggul. Daerah lain yang bisa terjadi yaitu perut, lengan atas, leher, dan ketiak.

Faktor hormon, stres dan genetik diduga berperan pada strie distensa. Kelainan kulit ini disebabkan karena perubahan jaringan ikat yang terjadi sehingga menyebabkan atropi lapisan kulit. Bentuk kelainan kulit ini berupa guratan garis putih memanjang, berbatas tegas, banyak dan simetris. Diawali berupa garis menonjol berwarna merah hingga ungu (striae rubra) jika dibiarkan lama-kelamaan warna memudar membentuk garis cekung dengan permukaan kulit putih berkerut (striae alba). Berukuran panjang beberapa sentimeter dan lebar milimeter hingga sentimeter.

Seseorang yang menderita penyakit tertentu dan konsumsi obat tertentu, ukuran striae dapat lebih besar dengan distribusi yang luas. Untuk menyingkirkannya, pemakaian krim yang mengandung pelembab dan bahan-bahan tertentu dapat menunjukkan perbaikan striae tahap awal. Penggunaan terapi laser dapat dilakukan pada striae rubra tetapi tidak berefek pada striae alba.

dr Husna juga menjelaskan bahwa selulit sering muncul pada wanita dewasa di daerah pantat, perut dan paha dengan faktor resiko kurangnya aktivitas olahraga, kegemukan, usia tua, hormon yang berlebih dan jeleknya aliran limfe. Ciri kelainan ini ditandai dimple (dekik seperti lesung pipit) dan tonjolan kulit dimana permukaan kulit terlihat dan teraba tidak rata seperti bergelombang, bahkan ada yang mengatakan seperti kulit jeruk. Selulit yang ringan hanya akan terlihat apabila kulit dicubit, sedangkan selulit derajat berat terlihat dengan sendirinya secara otomatis, tanpa manipulasi.

Selulit terjadi karena adanya perubahan pada lapisan kulit dermis. Terdapat perbedaan morfologi atau bentuk lobus lemak antara pria dan wanita, hal inilah yang menerangkan kenapa selulit banyak terjadi pada wanita dibanding pria.

Terdapat beberapa model terapi seperti, infra red, laser dioda atau radiofrequency bertujuan untuk memperbaiki kondisi selulit dengan menstemulasi produksi kolagen di lapisan kulit dermis. Penurunan masa lemak dengan liposis seperti olahraga dan diet, liposuction, mesoterapi dapat dilakukan. Untuk keadaan selulit berat dapat dilakukan tindakan invasive. Terapi selulit menggunakan krim belum terbukti efektif, karena bersifat sementara.

Beberapa upaya yang dianjurkan untuk memperkecil resiko munculnya dua kondisi diatas di antaranya; menjaga berat badan karena peningkatan berat badan secara cepat dapat mempertinggi resiko, mengoleskan pelembab secara teratur pada tubuh untuk menjaga kelembaban dan elastisitas kulit terutama pada bagian kulit yang sering mengalami peregangan, pola hidup sehat, olahraga secara teratur dan pola makan yang seimbang, mengurangi konsumsi lemak, memperbanyak konsumsi buah dan sayur.

Untuk bisa terhindar dari selulit ini intinya adalah mempunyai niat, disiplin, dan ‘enjoy’ menjalaninya terlebih dahulu. Awalnya niat tersebut biasanya masih naik-turun, gak heran jika tubuh pun terkadang gemuk, lalu bisa langsing, dan beberapa lama kemudian gemuk lagi. Yuk, mulai hidup sehat agar selulit gak mau lagi datang ke kita. (*)

Melayang-Layang dengan Yoga

Pada perkembangannya yoga memiliki berbagai bentuk, mulai dari gaya klasik misalnya Bikram yoga hingga yang paling kontemporer yakni Floating Yoga. Belakangan ini yoga banyak dilakukan sebagai olahraga karena ditemukan banyak manfaatnya untuk tubuh. Sebagai bentuk olahraga yang mirip dengan senam lantai, awalnya yoga hanya dilakukan untuk meditasi. Untuk mengontrol panca indera dan tubuh mereka secara keseluruhan, para yogi (pelaku yoga) berlatih memusatkan pikirannya.

Selain fitness dan aerobik, Dita juga suka berlatih yoga. Kegiatan Floating yoga adalah sebuah bentuk inovasi dari yoga, yakni dengan melakukan gerakan-gerakan secara mengambang dengan menggunakan hammock sebagai alat bantunya. Olahraga ini memiliki berbagai gerakan yang fleksibel dengan menggunakan tali serta kain yang diikatkan pada tubuh kita. Teknik ini merupakan kombinasi antara yoga dan pilates, ini merupakan langkah yang cukup efektif buat yang ingin menurunkan berat badan serta menjaga tubuh tetap langsing. Karena itu jenis yoga yang satu ini banyak digemari karena dipercaya membuat tubuh lebih segar dan tentunya lebih awet muda. Terutama bagi yang menderita sakit punggung ataupun sakit tulang belakang, latihan ini sangat direkomendasikan.

Dalam Floating Yoga posisi tubuh akan jauh dari lantai dan kita berada dalam keadaan melayang. Karena itu yoga yang satu ini terbilang paling fleksibel di antara latihan lainnya. Gerakan dalam floating yoga membuat otot-otot menjadi lebih rileks dan melatih tubuh agar lebih fleksibel. Pada olahraga ini, kita melakukan beragam jenis gerakan yang melawan arah gravitasi bumi. Posisi ini sangat baik untuk memperkuat otot bagian kaki, tangan, paha, dan perut. Dengan melakukannya kita dipaksa menahan tubuh dalam keadaan diikat, sehingga membuat otot semakin kencang.

Bagi yang baru memulai Floating Yoga pastinya terasa berat. Gerakan melawan gravitasi ini membuat kepala cepat pusing karena peredaran darah memang hanya berpusat di otak kita. Selama beraktivitas, darah kita hanya mengalir dari kepala menuju kaki, tanpa adanya timbal balik. Floating yoga membantu memperlancar aliran darah lewat beragam gerakan yang melawan gravitasi. Sirkulasi darah yang lancar bisa meningkatkan konsentrasi, energi, serta kinerja otak.

Tidak hanya bermanfaat melancarkan aliran darah, tetapi juga sistem pencernaan kita. Floating yoga dapat membantu mengurangi rasa sakit pada perut, karena sembelit serta beragam jenis gangguan pencernaan lainnya.

Namun belakangan ini Dita sudah agak jarang latihan Floating Yoga. Karena jadwalnya malam, dan saat itu sering malas keluar rumah, dan lebih enak bermain dengan anak-anak. Tapi untuk kesehatan, Dita bisa membuat berat badannya ideal dengan diet, sedangkan berolahraga hanya untuk mengencangkan otot-otot. (*)

Fitness tau Diet?

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa untuk menjaga kesehatan, olahraga merupakan salah satu hal yang penting dilakukan. Setelah melahirkan Astu, putra ketigaku, badan istriku jadi membengkak, alias gemuk. Karena masih menyusui, Dita belum boleh menjalani diet. Satu-satunya jalan agar bentuk tubuh kembali normal adalah dengan fitness. Paling tidak dengan fitness ia bisa mengencangkan kembali otot-otot yang sebelumnya tidak bekerja. Olahraga setelah melahirkan membantu mengembalikan bentuk tubuh kembali seperti sebelum hamil. Tak heran, banyak ibu setelah melahirkan akan lebih giat berolahraga.

Namun waktu yang tepat untuk bisa mulai olahraga setelah melahirkan tergantung dari kondisi dan kesanggupan. Selama merasa sanggup dan dokter juga memperbolehkannya, tidak masalah jika ingin melakukan olahraga seminggu setelah melahirkan. Tapi sebaiknya konsultasikan ke dokter sebelum mulai olahraga setelah melahirkan.

Sebenarnya Dita mulai rutin fitness setelah melahirkan Barak, dan mulai berhenti ketika positif hamil anak ketiga. Baru Februari 2018 ini ia kembali rutin fitness. Tentunya Dita tidak sembarangan latihan, karena dibimbing oleh personal trainer di sebuah pusat kebugaran di Jogja. Latihan fitnessnya hanya dititik beratkan untuk kekuatan otot pinggul, tangan, dan kaki. Dita melenturkan kembali otot pinggul, otot perut, bisep, trisep, dan hamstring. Letak otot bisep ini terdapat pada lengan atas, dan cukup dikenal karena dekat dengan permukaan kulit sehingga mudah untuk dilihat. Sedangkan otot triseps merupakan otot besar yang terletak di sepanjang lengan atas. Fungsi dari otot trisep adalah sebagai penahan beban pada sendi bahu dan ekstensi sendi siku.

Dita juga mengaku senang main kettlebell, alat fitness berupa bola besi dengan gagang yang tebal. Kettlebell sebenarnya merupakan olahraga asli masyarakat Rusia. Prinsip latihan kettlebell terbagi menjadi tiga kategori gerakan yakni swing yang berdampak pada pinggul, pull and push yang juga berdampak dari pinggul sampai kaki dan squad yang lebih mengarah pada bagian perut dan kaki. Selain mampu membentuk badan, dengan sering berlatih kettlebell, kita dapat mengeluarkan tenaga yang cukup besar dalam jangka waktu yang panjang, Manfaat kettlebell lainnya adalah untuk stamina. Kettlebell cocok untuk latihan intensif yang fokus pada otot utama, membakar lemak tubuh, dan membangun kekuatan tubuh. Menurut para ahli, satu kali (35 menit) berlatih kettlebell sama dengan lima jam berlari di atas treadmill”.
Biasanya Dita bisa melakukannya 10 menit tanpa berhenti.

Setiap Senin sampai Jumat Dita berlatih di Celebrity Fitness. Sebelumnya, setelah kelahiran Barak, ia berlatih di Adonis Fitness. Untuk personal trainer, Dita merasa lebih nyaman dengan sesama wanita. Biasanya kan personal trainer memberikan deskripsi yang menyentuh bagian otot-otot tertentu. Karena itu dengan personal trainer wanita ia merasa lebih nyaman dalam berkomunikasi.

Sewaktu fitness di Adonis, aku juga sempat ikut latihan rutin sampai tiga bulan. Hal itu karena aku melihat perkembangannya secara signifikan. Tapi lama-kelamaan aku jadi malas, dan memang tidak percaya bahwa olahraga bisa melangsingkan tubuh, akhirnya malah justru lebih banyak makan. hahaha.. Untuk urusan menguruskan badan, aku lebih percaya pada diet daripada berolahraga. (*)