Broken Rose Luncurkan album kedua “A Glimpse Of Glory”

Broken Rose adalah; Agung (Guitars), Jojo (Vocal), Sindhu (Bass), Affan (Lead Guitars), Dian (Drums). Meski saat ini personil dan crew mereka dipisahkan jarak, namun Broken Rose selalu berusaha menyebarkan karya mereka di kota masing-masing. BR dibentuk pada 2011 silam, dan setelah lebih tiga tahun, akhirnya menelurkan album kedua mereka “A Glimpse Of Glory”. Album ini berisi 10 track, irama bernuansa chicano punk bisa dirasakan di tembang-tembang: We’ve Really Had Enough, Brock and Rosey, Langgam Suara Terkekang, Light Up The Sky, 98, A Glimpse Of Glory, Catch Me When I Fall, Bittersweet Symphony, Let The Rain Wash Away The Pain, dan Bad Boys Blues.

Album kedua Broken Rose ini memiliki konsep yang sangat berbeda dari album perdana “Blood, Sweat, and Tears”. Pada album pertama, menurut frontman Broken Rose Jojo, ada beberapa lagu yang berbeda karakteristik dengan lagu-lagu lainnya. Baik itu dari segi penulisan lirik atau aransemen lagunya. Sementara di album ini, semua lagu dikonsep secara lebih matang.

Untuk kover Album “A Glimpse of Glory” dikerjakan oleh seniman Jogja, Helly Mursito dari Kerja Keras Kulture. Sebagai seniman, Helly KKK juga telah membuat beberapa artwork untuk musisi terkenal seperti; Superman Is Dead dan Dubyouth.

“A Glimpse of Glory” direkam di Bajink Studio, Magelang, sebuah home recording studio milik kawan mereka yang bernama Syarif. Kini Bajink studio sudah tidak beroperasi lagi karena Syarif ingin lebih fokus ke hobi dan pekerjaan barunya. Ketika proses rekaman sudah 50% Broken Rose berembug dengan Bajink Studio dengan keputusan bahwa ini adalah proyek terakhir Bajink Studio. Materi yang tersisa langsung dikebut, bolak-balik Jogja-Magelang setiap minggunya hingga album ini rampung.

Broken Rose mendistribusikan album ini secara mandiri. Selain bertemu langsung, untuk mendapatkan CD album dan merchandise juga bisa melalui online. Broken Rose juga bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti iTunes, Spotify, Joox, dan lain-lain. “Jadi selain rilis fisik, pendengar juga bisa memiliki album-album Broken Rose secara eksklusif di gadget masing-masing.  Bicara target sih gak muluk-muluk. Yang penting CD/merchandise laku terjual, penjualan online juga lancar dan orang-orang juga bisa mendengarkan karya-karya kami,” ujar Jojo.

Saat ini beberapa personil dan crew Broken Rose memiliki pekerjaan masing-masing. Di antara mereka ada yang rutin bermain akustikan di sejumlah cafe, ada juga yang punya proyek band yang kerap tampil di acara-acara sepakbola. “Tapi kalau ada panggilan tugas (Broken Rose) pas weekend, kami akan berkumpul,” ujar Jojo. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *