Black Manta yang Dilindungi

Pada awal Maret 2018 aku diundang sebagai pemateri workshop Telkomsel yang pesertanya adalah tim ICT mereka. Sebagaimana perjalanan sebelum-sebelumnya, apalagi ini di Bali, tentu tidak mungkin hanya sekedar bekerja semata. Untuk kesekian kalinya aku kembali menyelami indahnya panorama bawah laut di Nusa Lembongan. Bersama dengan dua wilayah lainnya di Bali Selatan, yaitu Nusa Ceningan dan Nusa Penida, Nusa Lembongan telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan. Untuk menuju ke sana, dari Sanur kita menaiki kapal selama kira-kira 40 menit perjalanan. Untuk berpetualang ke wilayah yang melawati gelombang arus lepas pantai ini, maka hanya kapal bertenaga kuat yang dapat melewatinya.

Pada penyelaman kali ini aku berjumpa dengan ikan black manta. Perairan Bali ini memang menjadi salah satu daerah penyebaran pari manta di Indonesia. Di sini terdapat Manta Point yang berlokasi di sebuah Teluk kecil. Tempat ini sangat disenangi ikan pari manta, terutama untuk mereka membersihkan diri. Ketika sedang melakukan aktivitas membersihkan diri ini, disekitarnya banyak dijumpai ikan yang sedang menunggu raksasa laut ini. Tempat ini memang menjadi salah satu spot favorit para penyelam yang datang ke Lembongan. Namun sayangnya, jika sedang terlalu banyak penyelam, ikan ini justru suka menyingkir dari lokasi tersebut.

Namun alangkah beruntungnya aku, yang berkesempatan untuk bermain dengan Black Manta yang berputar-putar di atas kepalaku. Black manta itu hewan yang langka di antara kawanan manta lainnya. Mereka sangat cerdas, namun kita harus tetap tenang. Jangan pernah bikin mereka kaget, karena meskipun jinak, tetap berhati-hati dengan Black Manta itu sangat penting, karena ada bagian tubuhnya yang sangat tajam dan bisa melukai jika tertusuk.

Saat ini pari manta menjadi jenis biota laut yang terancam punah di wilayah Indonesia. Bahkan sejak 2016 lalu, Ibu Susi Pudjiastuti telah menetapkan Status Perlindungan Penuh Pari Manta lewat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 4 tahun 2014. Pemerintah juga telah menetapkan dua jenis pari manta, yaitu pari manta karang (Manta alfredi) dan pari manta oseanik (Manta birostris), sebagai ikan yang dilindungi. Lewat aturan tersebut, berarti penangkapan dan perdagangan pari manta serta bagian-bagian tubuhnya sama sekali tidak diperbolehkan.


Menurut catatan, hingga November 2016, Kementerain Kelautan dan Perikanan (KKP), Kepolisian Republik Indonesia, dan Bea Cukai telah melakukan 35 kali operasi penangkapan terhadap pelaku perdagangan insang dan produk dari pari manta. Penangkapan tersebut dilakukan di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Makassar, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Padahal meski ikan pari manta dapat mencapai 40 tahun, namun satu ekor ikan pari manta hanya mampu menghasilkan paling banyak 6-8 ekor anakan saja selama hidupnya.

Penurunan populasi pari manta disebabkan oleh degradasi lingkungan, selain itu ancaman utama kepunahannya adalah tingginya permintaan terhadap insang pari manta. Karena itu IUCN (Aturan Internasional Konservasi Alam) secara internasional memasukkan pari manta dalam kategori ‘rentan’. Sementara Konvensi Perdagangan Internasional tentang Spesies Terancam (CITES) memasukkannya dalam Apendiks II yang berarti ikan pari manta belum terancam punah, tetapi bisa punah jika perdagangannya tidak terkontrol. Karena itu dengan cara masing-masing, kita memang harus sama-sama ikut melestarikan biota laut yang terancam punah ini.

Kedatanganku di Nusa Lembongan memang sudah yang ke sekian kalinya. Namun kali ini ada beberapa hal baru yang aku temui di sini. Kehidupan penduduk pulau Nusa Lembongan ternyata menjadi daya tarik tersendiri. Sembari menikmati keindahan alamnya, kita bisa berinteraksi dan melihat aktivitas penduduknya. Sebagai pulau yang ukurannya kecil, Nusa Lembongan memiliki banyak penghuni. Namun pada malam hari, aku merasakan bagaimana sulitnya mencari warung makan yang buka. Di pulau ini kita bisa menyewa sepeda motor dengan mudah. Karena tempatnya aman, parkir motor pun bisa dimana saja. Dengan sepeda motor sewaan, aku, Bagus, dan Deka sempat berjalan-jalan melaju ke arah perbukitan melintasi Desa Lembongan.

Pastinya Nusa Lembongan menawarkan atraksi keanekaragaman spesies ikan dilindungi. Semuanya bercampur dengan lingkungan karang laut yang menakjubkan dari segi bentuk, ukuran, hingga warna. Selain pari manta, di sini kita juga bisa diving bersama ikan mola-mola. (*)

One Reply to “Black Manta yang Dilindungi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *