Biarkan Anak Mengeksplorasi Kesukaannya

Setelah mengerti ‘baik-buruk’, seorang anak akan bisa melihat potensi yang ada pada dirinya. Aku sebagai orangtua hanya membimbing dan membiarkan anak mengeksplorasi kesukaannya sendiri. Jika kita melakukan hal ini pada anak, kita bisa melihat sendiri ketika ada orangtua yang fokus mengejar satu hal pada anaknya, maka anak tersebut hanya mendapatkan satu hal, itu juga tidak maksimal jika anak mendapat tekanan orangtuanya. Sedangkan jika kita membiarkan anak mengejar keinginannya, ia akan mendapatkan sepuluh hal berbeda yang ia senangi.

Kesalahan yang terdapat pada orangtua, terutama di zaman dulu adalah memfasilitasi hal-hal yang menjadi kekurangan anak. Contohnya, jika anak lemah di mata pelajaran matematika, maka orangtua akan memberi les khusus matematika pada anaknya. Sedangkan aku berbeda, aku justru memfasilitasi apa yang anakku suka.

Di sekolahnya SD Tumbuh, Goku memang bukan anak yang pintar secara akademis. Nilai-nilai di sekolahnya anjlok semua. Bahkan sewaktu di TK Playgroup Mata Air, dia pernah nggak naik kelas. hahaha… Namun di luar itu, Goku banyak kelebihannya. Contohnya, tanpa pernah aku ajari, dia bisa dengan santai bergaya di depan kamera. Di depan kelas, di hadapan guru dan teman-temannya, dia bisa melakukan presentasi dan bercerita tentang Yogyakarta dengan bahasa Inggris, dengan logat ‘Amerika’ pula.

Menurutku standar kecerdasan anak itu berbeda-beda. Untuk anak seusianya, Goku memang telat menguasai baca tulis, namun aku percaya ia akan mau belajar dan menguasai baca tulis jika sudah terdesak dengan keinginannya. Contohnya, Goku itu senang sekali dengan tutorial, nah jika dia nggak bisa baca tulis kan nggak mungkin bisa menikmati tontonan tentang tutorial.

Di sekolahnya, Goku diajari tentang ‘team work’, di sekolahnya dia juga bergaul dengan banyak orang dari berbagai latar belakang, dia juga bergaul dengan anak-anak penyandang difable. “Goku itu anaknya ngalahan banget sama teman-temannya”.

Aku ingin Goku tumbuh dan besar menjadi anak-anak yang memiliki ‘point of view’ biasa saja, hingga kini Goku hanya baru sekali menonton konser Endank Soekamti. Goku pernah sempat bingung ketika di mal ada orang yang mengajaknya foto bareng. Goku nggak senang diajak foto sama banyak orang, lalu aku menegurnya.
“Goku jadi orang nggak boleh sombong”. kataku.
“Sombong itu apa sih daddy,” dia bertanya balik.

Aku mengajarinya supaya mau kalau diajak foto sama orang, “orang-orang yang ngajak foto itu senang sama Goku, dan Goku juga harus buat mereka senang”. Yang aku ajarkan adalah bagaimana bisa menyenangkan orang, itu yang jadi ‘Gol’nya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *