Berburu Kuliner di Danau Toba

Saat Soekamti Day di Pematang Siantar, Sumatera Utara, aku menyempatkan diri buat plesiran ke Danau Toba. Jarak Danau Toba memakan waktu satu jam perjalanan dari hotel tempatku menginap. Danau Toba merupakan danau terluas di Indonesia. Perairan yang berlokasi di Sumatera Utara ini memiliki panjang sekitar 100 kilometer dan lebar 30 kilometer. 

Danau Toba terletak di pegunungan Bukit Barisan. Luasnya 1.145 kilometer persegi yang menjadikannya danau terluas tidak hanya se Indonesia tapi juga se-Asia Tenggara. Luas Danau Toba lebih besar dari Singapura. Danau ini terbentuk karena letusan gunung berapi yang memuntahkan 2.800 km kubik material letusan, sehingga membuat kawah yang lambat laun dipenuhi air menjadi danau. Pilihan berwisata di sini ada dua, kita mau sekedar cuci mata atau sekalian menikmati airnya. Kita bisa berenang dan menaiki kapal mengelilingi danau. Tapi kalau hanya ingin cuci mata, kita harus menaiki bukit agar bisa menikmati pemandangan yang luar biasa indahnya.

Di tengah Danau Toba terdapat pulau bernama Samosir yang memiliki beberapa desa dengan wisata alam luar biasa, seperti pegunungan dan air terjun. Di sana aku dan teman-teman berusaha mencari makanan khas Danau Toba, namun yang didapat tidak banyak, mungkin karena waktu plesiran yang sangat terbatas. Aku juga sempat bertanya kepada warga sekitar, apa makanan khas di sini, hamper semua menjawab ‘tidak ada’. Ya sama seperti di daerah lain, makanan yang tersedia adalah masakan padang, dan jualan mie instan. Tapi ada makanan khas yakni ikan bakar, terutama ikan nila.

Menu yang pertama kali kita dapatkan adalah martabak mesir. Kamu tahu apa bedanya martabak mesir dengan martabak telur? Keduanya sepintas nampak sama, padahal kenyataannya sangat berbeda. Persamaan kedua martabak ini adalah penampakannya, yakni adonan terigu yang diberi isian, kemudian dilipat-lipat sambal digoreng. Tekstur kulitnya renyah dan kecoklatan. Luarnya boleh sama, tapi kalau soal rasa, kita bakal langsung bisa membedakannya. Isian martabak telur dan martabak mesir itu berbeda, terutama daging yang ada pada martabak mesir dimasak dengan bumbu rempah yang banyak. Sebagaimana rendang dan gulai, bumbu rempahnya sangat beragam. Belum lagi ada tambahan variasi seperti jamur atau bawang bombay. Yang jelas, martabak mesir isinya lebih variatif daripada martabak telur biasa.


Menu lainnya yang memiliki cita rasa tinggi adalah Mie Gomak adalah makanan khas Toba Samosir khususnya kota Balige. Berbeda dengan lainnya, mie ini berukuran besar seperti pasta. Kuahnya mengandung berbagai macam rempah, andaliman, dan berbumbu cabai. Tidak hanya menyajikan air danau yang asri, di Danau Toba juga terdapat warung makan dengan menu Na Tinombur atau ikan bakar, sangat dianjurkan untuk kalian yang memiliki selera pedas. Salah satu masakan khas Batak yadalah Arsik. Menu ini biasanya paling banyak digunakan pada saat acara adat. Arsik merupakan makanan berbahandasar ikan seperti ikan mas, nila dan ikan mujair yang ditangkap langsung dari Danau Toba. Rasa dan aroma yang khas, dikarenakan proses memasaknya menggunakan andaliman sejenis rempah. Makanya menu ini rasanya pedas dan hangat.

Nah, kalau ingin merasakan sushi ala Batak, kita bisa mencoba Naniura. Bahan dasar ikan mas, nila, dan mujair ini tidak dimasak, digoreng ataupun direbus. Tapi karena bumbunya yang cadas, ikan mentah ini bakal lebih enak rasanya. Ketika berwisata, yang ditawarkan oleh sebuah tempat bukan sekedar pemandangan dan kulinernya saja, tapi juga ‘pengalamannya’. Seperti menaiki kapal kecil, makan ikan setempat. Memang perlu waktu yang cukup lama untuk melihat potensi yang ada di sebuah tempat wisata. (*)

One Reply to “Berburu Kuliner di Danau Toba”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *