Belut Disambelin

Salah satu tempat makan favoritku di Selatan Yogyakarta adalah Sambel Welut. Sudah beberapa kali di sana aku merayakan ulang tahun dan makan sepuasnya bersama teman-teman. Nama tempatnya adalah warung Sambal Welut Pak Sabar. Olahan daging belut ini merupakan kuliner tradisional khas Bantul. Menu utama di sana adalah aneka hidangan berbahan dasar belut, dari yang sederhana seperti belut goreng hingga belut yang diulek dan dijadikan sambal. Sambel welut adalah jagoan utama di warung ini. Pastinya menu inilah yang wajib kalian coba, pedasnya pun ada beberapa level, tinggal pilih sesuai kekuatan lidah dan perut. Jangan lupa tambahkan lalapan segar seperti mentimun dan daun kemangi. Lalapan ini juga berfungsi sebagai peredam rasa pedas. Sambal belut ini bisa disajikan pisah atau dijadikan satu dengan nasi. Untuk makan bersama, penyajian pisah sepertinya lebih pas. Rasanya benar-benar segar dan sedap saat disantap. Hahaha…

Sambel welut dibuat setelah belut yang sudah dibersihkan dan dihilangkan durinya digoreng. Kemudian dagingnya ditumbuk dengan sambal yang sudah dibuat terpisah. Sambalnya terbuat dari cabai hijau, kencur, daun jeruk, bawang putih dan garam. Kencur dan daun jeruk memberi aroma khas yang bener-bener ‘Slentem’, sangat menggugah selera makan.

Kesegaran dan kelezatan sambal belut ini juga dipengaruhi oleh bahan baku, termasuk ukuran belutnya. Untuk disambal, belut yang digunakan kurang lebih beratnya 1 ons atau 100 gram.

Selain menu utama sambal belut, di sana juga menyediakan olahan belut lainnya, seperti belut goreng, oseng belut. Rasa belut gorengnya sangat gurih, tidak terlalu kering dan tidak juga terlalu basah. Nah, favoritku selain sambal welut ya ini, oseng belut. Lidahku sangat dimanjakan dengan perpaduan rasa gurih dan manis, dan sedikit cipratan kuahnya yang pedas.

Kalau makan ke sana  beramai-ramai dengan teman-teman dan koleha, mending pesan belutnya kiloan, jadi bisa dimasak jadi beberapa variasi menu. Satu kilogram belut biasanya cukup untuk makan lima hingga tujuh orang. Tapi kalau datangnya nggak ramai-ramai, biasanya satu porsi sambal welut bahannya seberat satu ons.

Jika ada yang kurang suka daging belut, atau masih geli karena belum terbiasa, teman-teman bisa memilih menu tambahan beberapa jenis ikan sungai seperti, wader dan kutuk (ikan gabus) yang nggak kalah menariknya. Siapa yang mampu mengingkari betapa nikmatnya nasi putih hangat dengan lauk wader goreng kering atau pun ikan gabus goreng yang dicocolkan ke sambal bawang.

Minumannya yang spesial adalah teh dan jeruk, mau panas atau pun dingin pakai gula batu sebagai pemanisnya. Lokasi warung ini memang berada cukup jauh dari pusat kota Jogja, meskipun begitu, warung ini selalu ramai didatangi orang dari berbagai kalangan.

Jika mau ke sana, lokasinya dari pusat Kota Jogja, menuju ke selatan arah Pojok Benteng Wetan.

Pertigaan pertama, belok kanan hingga bertemu Jalan Ringroad Selatan. Terus lagi masih ke selatan sekitar 1,5 kilometer, selanjutnya biarkan aplikasi peta digitalmu yang bekerja. Hehehe..

Setelah semakin ramai, warung Pak Sabar yang mulai membuka usahanya sejak awal tahun 90an ini diperluas, dan kini lokasinya berada di pinggir jalan. Sambal Welut Pak Sabar alamatnya ada di Jalan Imogiri Barat km 6, Dusun Dokaran, Kelurahan Tamanan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul.

Warung ini buka setiap harinya dari jam 10 pagi hingga 10 malam. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *