Bebunyian yang Nyaris Punah itu Bernama Jungga

Warisan budaya lainnya yang tak kalah penting di Sumba adalah alat musik tradisional. Karena sudah tidak ada lagi yang memainkannya, maka alat musik tradisional bernama jungga ini sudah tidak diproduksi lagi.

Awalnya Saiful, teman kami untuk Trip Salam Indonesia menemukan jungga di dapur neneknya. Saat itu juga Tim Trip Salam Indonesia mencoba untuk memperbaiki dan memainkannya. Alat musik Jungga dimainkan dengan cara dipetik dan menghasilkan suara yang khas. Jungga menggunakan dua dawai yang diambil dari kawat kopling yang ditarik dan diluruskan. Ada dua jenis jungga, yakni empat senar dan dua senar.



Seperti kriya asli lainnya dari Sumba, jungga juga dihiasi ornamen kuda, penyu, itik sebagai identitas budaya mereka. Pada zaman dahulu jungga dimainkan untuk mengiringi lantunan syair-syair saat ritual upacara adat. Selain itu jungga juga dimainkan saat menggembala untuk menghibur binatang ternak mereka.

Sebagaimana efek domino, alat ini sudah tidak diproduksi karena tidak ada lagi yang memainkannya. Setelah beberapa hari mencari, akhirnya Tim Trip Salam Indonesia menemukannya di Lambanapu yang berjarak 10 km dari Kota Waingapu. Di Desa ini juga terdapat situs Lambanapu yang merupakan situs hunian leluhur masyarakat Sumba.

Di desa tersebut Tim Trip Salam Indonesia bertemu dengan Bapak Puratanya. Beliau adalah salah satu dari tiga orang Sumba yang hingga kini masih mempunyai dan bisa memainkan Jungga dengan baik. Sangat miris memang menyadari bahwa tidak ada lagi generasi penerus yang bisa memainkan bahkan mengenal gitar senar kopling ini.

Untungnya cucu beliau, Desti Kanda mulai mewarisi bakat Pak Puratanya tersebut. Berbeda dengan kain tenun yang terus diproduksi dan semakin diminati orang banyak, alat musik jungga mulai tergerus arus zaman.

Tim Trip Salam Indonesia mendadak merasakan kebahagiaan setelah melihat
Desti Kanda yang mewarisi bakat musik, dan ternyata diam-diam mempelajari Jungga.

Salam Indonesia! (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *