‘Bawakan Aku Bunga’ Perkenalanku dengan Audio Visual

Berbeda dengan musik yang memang sudah kubayangkan kalau aku akan berkarir di bidang tersebut, sebelumnya aku sama sekali nggak pernah kepikiran untuk berkecimpung di dunia audio visual. Karena memang tidak pernah punya referensi, aku tidak pernah membayangkan untuk membuat film sendiri, apalagi menjadi seorang sutradara. Namun sebagai musisi, ternyata dunia audio visual sudah menjadi kebutuhan tersendiri, dan kemudian aku dituntut untuk mengerti dan menguasai sinematografi.Kebetulan sejak dulu Endank Soekamti sudah meyadari betapa pentingnya sebuah dokumentasi. Kami rajin merekam momen-momen sehari-hari dengan kamera video handycam milik Dory Soekamti. Tapi rekaman-rekaman dalam format kaset video tersebut tidak ada yang diedit, dan belum tahu nantinya untuk apa.

Aku sendiri mulai bersentuhan dengan audio visual ketika bekerja sebagai sound eingineer dan mengerjakan mixing di FK Studio. Kebetulan saat itu Ferry, pemilik FK Studio adalah mahasiswa Fakultas Seni Media Rekam di ISI Yogyakarta. Ia membuat proyek video dan punya tempat praktik audio visual untuk teman-teman kampusnya. Dari situ aku mulai dapat banyak referensi, bahwa di dunia audio visual ada berbagai profesi seperti, sutradara, editor, kameraman, dan sebagainya. Ferry sekarang juga dikenal sebagai additional keyboard untuk Sheila On7.

Suatu kali tahun 2003 aku terlibat pada pembuatan film pendek berjudul ‘Bawakan Aku Bunga’ karya Ndik Pradhono. Film tersebut juga merupakan tugas kuliah Ferry dkk. Kebetulan soundtrack film tersebut menggunakan lagu karanganku yang berjudul sama. Karena ‘Bawakan Aku Bunga’ kental dengan nuansa pop, maka dipilihlah band bernama Sophie untuk membawakannya.

Peranku di film tersebut sebenarnya nggak ada, aku cuma sebagai penulis lagu saja dan melihat semua proses produksinya. Tapi dari proyek tersebut akhirnya menginspirasi Endank Soekamti untuk terus membuat video, dan saat itu aku yakin bahwa kemudian hari akan ada sutradara yang merespon dokumentasi-dokumentasi video milik Endank Soekamti.

Sejak saat itu Endank Soekamti memutuskan untuk beli kamera video sendiri, formatnya Mini DV yang masih pakai kaset, merknya Sony Nex 5. Saat itu yang pegang kamera masih ganti-gantian. Meski dalam bentuk yang sederhana, untuk dokumentasi panggung pun sudah mulai diedit. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *