Barakallah

Berbeda dengan kakaknya, anak keduaku Barakallah cukup rewel dan agak susah dibilangin tentang suatu hal. Jika Goku jarang sekali terserang penyakit, Barak justru kebalikannya, di usianya yang menginjak tiga tahun, dia pernah diserang berbagai penyakit dan harus dirawat di rumah sakit. Barak pernah terserang demam berdarah, kekurangan cairan, dan terkena virus.

Barak lahir 5 Mei 2014 di rumah sakit yang sama, juga dengan dokter kandungan yang sama dengan Goku. Dia sangat mengidolakan kakaknya, apapun yang Goku punya, dia juga harus punya. Sejak kecil dia sangat dimanja, oleh ibunya, juga kakaknya. Namun perlahan beberapa sifatnya akan aku ‘recovery’ saat ia sudah punya adik lagi.

Ketika Barak lahir, aku sudah mainan video, karena itu banyak sekali dokumentasi kesehariannya. Bahkan ketika akan lahiran, dan aku tahu bahwa istriku akan menjalani operasi caesar untuk kedua kalinya, aku memasang kamera dan menitipkannya pada suster. Aku memproyeksikan anak-anakku bakal jadi orang besar nantinya, maka dari itu dari kecil sudah disiapkan dokumentasi kesehariannya. Meski lebih lengkap dokumentasinya, namun foto Barak kalah banyak dengan Goku, karena Barak sangat susah untuk difoto.

Jujur, aku banyak sekali melewatkan perkembangan Barak. Pertama ketika ia bisa berjalan untuk pertama kalinya, aku sedang berada di Lombok untuk rekaman album ke7 Endank Soekamti, saat itu aku juga kehilangan momen lain, yaitu ketika Goku untuk pertama kalinya bisa berbahasa Inggris, padahal sebelumnya aku belum pernah dengar dia ngomong pakai bahasa Inggris.

Buatku semua momen yang terjadi pada Barak adalah spesial. Selain karena bentuk wajahnya yang lugu, Barak itu anaknya ‘chaos’ banget, apalagi jika dia sudah joget. Dia lebih nggak bisa diam, kalau sedang ke luar rumah, justru aku lebih ketat mengawasi Barak. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *