Air Terjun Banyumala

Banyak hal menyenangkan yang bisa dilakukan di air terjun, salah satunya adalah berenang. Namun sebelumnya harus dipastikan dulu apakah air terjun tersebut aman. Meskipun bisa berenang tidak menjamin keselamatan, karena banyak juga air terjun yang berbahaya, misalnya derasnya debit air yang jatuh akan membuat sebuah cekungan dalam yang bisa membuat kita tersedot ke dalamnya. 

 

 

Kabupaten Buleleng, Bali dikenal sebagai surganya air terjun, karena memang sebagian besar air terjun di Bali berada di kawasan ini. Hampir 90% objek wisata di Buleleng adalah air terjun. Salah satu air terjun terbaik yang didatangi Tim Trip Salam Indonesia adalah air terjun Banyumala. Selain memilki panorama yang indah, di sini kita juga bisa menikmati air terjun secara langsung. Air terjun Banyumala memiliki kriteria aman untuk melakukan aktivitas air seperti berenang. Bisa dibilang air terjun ini merupakan salah satu air terjun terbaik di Pulau Dewata.

 

 

Airnya yang sangat jernih dan tenang membuat Tim Trip Salam Indonesia merasa aman untuk berenang di dalamnya. Kejernihan airya dibuktikan dengan melihat langsung dasar kolam yang titik terdalam bisa mencapai kedalaman dua meter. Kolam untuk berenang ini kira-kira berdiameter mencapai 20 meter. Bentuknya yang bulat membuat ruang untuk banyak orang berenang di sini. Bagi yang tidak bisa berenang pun bisa menikmati kolam air terjun dari sisi kolam, atau sekalian bisa belajar berenang di sini.

 

 

Kolam yang berada tepat di bawah air terjun Banyumala ini terbentuk secara alami, dan kolam inilah yang membuat air terjun ini menjadi sangat menyenangkan. Letak air terjun Banyumala berada di dasar sebuah lembah dengan tiga sisi air terjun dan yang terbesar dan tertinggi berada tepat di tengahnya, kemudian air terjun yang lebih kecil berada di kanan dan kiri.

 

 

Sangat mudah untuk menemukan air terjun ini. Dari Bedugul menuju ke arah utara hingga sampai pertigaan antara Kecamatan Busung Biu dan Kota Singaraja, lalu ke arah kiri tepat pada jalan utama di atas danau Buyan dan Tamblingan. Jika membawa kendaraan roda empat, kendaraan perlu diparkirkan agak jauh karena akses jalan yang terus menyempit. Dari tempat parkir, ada jalan setapak lagi dan mengharuskan kita berjalan sampai pos tiket. Hanya perlu membayar sebesar Rp 20ribu untuk memasuki area air terjun. Setelah itu masih harus melewati jalan yang lebih kecil dengan tangga-tangga buatan yang curam. Setelah berjalan kaki sekitar satu jam, perjalanan yang melelahkan akan terbayar sesampainya di Air Terjun banyumala. Byuuuurrr….

 

 

 

 

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *