ADU KEPALA

Selamat Datang di Bima!

Tidak jauh dari Dompu, hanya berjarak sekitar 2 jam, tim Trip Salam Indonesia sampai di Bima.

Disambut dengan masyarakat Bima yang sudah menunggu di perbatasan Kabupaten.

Tim Trip Salam Indonesia mampir sebentar merasakan keindahan di Taman Panda sambil meminum secangkir kopi dan melihat pemandangan pantai.

Malam ini tim beristirahat di rumah singgah, rumah ini disediakan untuk para tamu yang datang ke Bima.

Setelah beristirahat dan tidur cukup, tim trip salam Indonesia akan melihat pertunjukan fenomal bernama Ntumbu Tuta.

Kami berangkat dari rumah singgah menuju ke Uma Lengge, Umma lengge adalah rumah tradisional Bima yang kini dijadikan sebagai desa wisata dan tempat penyimpanan beras. Disinilah pertunjukan Ntumbu Tuta dimainkan.

Seni dan tradisi Bima ini terbentuk dari sejarah masa lalu. Ntumbu Tuta atau adu kepala, merupakan sebuah seni berdasarkan masa peperangan di Nusa Tenggara Barat, khususnya Bima.

Ntumbu Tuta bercerita masa peperangan jauh sebelum penjajahan Belanda datang. Pertempuran antara dua kerajaan di Bima yang sama kuat. Seorang prajurit Bima di masa mudanya, di peperangan itu, kedua belah pihak sama sama kebal dari senjata tajam.

Hingga akhirnya perang dihentikan, dan dibicarakan cara penyelesaiannya. Dan kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikannya tanpa senjata. Sebagai gantinya mereka akan mengadu kepala.

Ntumbu Tuta itu dilakukan oleh prajurit pilihan. Dan hingga kini, tarian Ntumbu Tuta juga tak bisa dilakukan sembarang orang. Harus dari keturunan prajurit, dan hanya ada satu-satunya di Bima yang masih mewarisi tradisi ini.

Sebelum melakukan Ntumbu Tuta, ada beberapa ritual yang harus dilakukan para penari. Seperti minum air khusus yang sudah diberi doa.

Dalam pertunjukan pun, mereka tak bisa langsung beradu kepala. Harus melakukan tarian perang terlebih dulu. Ketika sudah siap, satu orang menyiapkan dirinya untuk diserang orang lain.

Semoga saja keturunan prajurit ini bisa menjaga tradisi ini. Karena hanya mereka yang bisa melakukan Ntumbu Tuta ini.

Kita juga bisa berkontribusi dengan memberikan kepada dunia tentang kehebatan Ntumbu Tuta.

Setelah itu, kami beristirahat dan melanjutkan perjalanan esok hari ke Flores. Ada apa di Flores? Kita lihat esok.

Salam Indonesia!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *