Euforia Digital Sarana untuk Semua Musisi

Di era ini, dunia digital sangat erat dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan berkembangnya teknologi, digitalisasi di segala bidang telah memberikan kemudahan pada setiap aspek kehidupan. Begitu juga di industri musik. Penggunaan internet bagi musisi telah memberikan akses untuk mempromosikan karya mereka. Lewat distribusi digital, karya musisi kini lebih mudah dan tersalurkan dengan baik ke masyarakat. Akses digital memudahkan musisi dan artis untuk menyuguhkan karya mereka lebih luas lagi.
Untuk menanggapi perkembangan ini, Euforia Corp mengembangkan sayapnya dengan mendirikan Euforia Digital.


Program ini adalah sarana bagi para musisi untuk mendistribusikan karya mereka ke gerai-gerai digital dunia seperti; iTunes, Tidal, Qobuz, Google Play, Spotify, Deezer, JOOX, dan sebagainya. Euforia Digital tidak hanya mendistribusikan karya berupa audio (music, poadcast), tapi juga register dan monetize video untuk YouTube, Daily Motion, My Video, dan lain-lain.
Mulai Maret 2018, Euforia Digital bekerjasama dengan Radio Soekamti lewat program bertajuk ‘GELORA & IRAMA’. Program berupa talk show streaming dan live performance dari Radio Soekamti ini dipandu oleh Kiki Pea dan Dory Soekamti ini. ‘Gelora & Irama’ ditujukan untuk mengapresiasi karya teman-teman band dan musisi yang telah mendistribusikan karya mereka lewat Euforia Digital. Untuk band-band terplilih, Euforia Digital bekerjasama dengan Euforia Audio Visual akan membuat video perform musisi tersebut live dari Radio Soekamti. Dengan adanya program ini, diharapkan para musisi akan lebih bersemangat dalam berkarya dan mempromokan karya-karya mereka.

Euforia Digital merupakan unit bisnis dari Euforia Corp. Selain Euforia Digital, Euforia Cor juga menaungi unit bisnis lainnya seperti, Euforia Record yang mengurus seputar label dan artis, EuforiaAudio Visual yang membuat produksi video, iklan, dan sejenisnya. Kantor Euforia Digital beralamat di Jl Cempaka No 11, Baciro Baru, Yogyakarta (Basecamp Endank Soekamti). Hingga kini Euforia Digital membuka kesempatan untuk band dan musisi yang memiliki karya dan belum mendistribusikan karya mereka secara digital.  Prosesnya cukup sederhana, hanya dengan memberikan materi master lagu dengan format wav, beserta artwork berukuran 1440x 1440 square jpg. Kirim karya kalian lewat email ke [email protected] atau bisa datang langsung ke kantor EuforiaDigital. (*)

Gerilya di Pacitan

JIKA teman-teman menyukai wisata laut, gua, atau bahkan arkeologi, Kota Pacitan merupakan tempat yang wajib dikunjungi. Kota yang terletak sekitar 108 km timur Yogyakarta, ini memiliki banyak gua yang indah dan tersembunyi di dalam perut bukitan kapur yang melintang. Jejeran tebing yang terjal seakan selalu kokoh melindungi pantai-pantai indah yang sejuk dipandang mata.
Dari Yogyakarta, ke Pacitan dapat ditempuh dalam waktu 3,5 jam lewat rute melalui Wonosari, Pracimantoro, dan Punung. Jika tidak membawa kendaraan sendiri, kita bisa menaiki berbagai armada travel siap mengantar menuju kota Pacitan.

Bagi para penggemar olahraga selancar air atau surfing, pantai-pantai di Pacitan merupakan surga yang siap bercengkrama dengan ragam karakter ombaknya. Spot untuk surfing di daerah bagian paling barat propinsi Jawa Timur ini sudah menjadi tujuan para surfer untuk mengasah keterampilan mereka. Selain menantang untuk berselancar, Pacitan juga dikenal dengan pemandangannya yang bagus, jauh dari keramaian, dan penduduknya yang ramah.

Pantai-pantai yang bisa digunakan berselancar di antaranya, Pantai Teleng Ria, Pancer, Srau, dan Watu Karung. Bagi kamu yang baru ingin belajar surfing, atau sekedar untuk berenang, pantai Teleng Ria adalah jawabannya. Pantai ini lokasinya paling dekat dari pusat kota Pacitan. Di sebelah timurnya terdapat Pantai Pancer, yang juga menjadi incaran para peselancar yang datang dari dalam, maupun luar negeri.

Di pantai ini juga menyediakan tempat untuk menyewakan papan selancar. Bagi pemula, jangan takut untuk bermain ombak di laut selagi masih menaati aturannya. Di pantai ini terdapat life guard tower di mana para penjaga pantai selalu mengawasi dan memastikan keselamatan para wisatawan. Selain untuk surfing, Pantai Teleng Ria juga dilengkapi dengan lapangan untuk camping, arena permainan air untuk anak-anak, hingga penginapan. Ombak di kedua pantai ini tidak terlalu deras, dan cukup untuk sekedar berenang. Di bagian barat Pantai Teleng Ria terdapat pelabuhan kecil tempat para nelayan beraktivitas. Di sana kita bisa melihat para nelayan bekerja dan juga sekaligus melihat hasil tangkapan mereka.

Pantai-Watukarung- Shofie Widyanto (KLiC)


Pantai-Watukarung – Joko Rosna (KliC)

Jika ingin menikmati pemandangan indah pantai, dengan pohon-pohon kelapa yang nyiur melambai, silakan mampir ke Pantai Watu Karung. Pantai yang masih tampak sepi ini memiliki pasir putih yang lembut. Para peselancar pun sangat menyukai tantangan ombak yang cukup tinggi di pantai ini. Pantai lainnya yang panting untuk didatangi adalah Pantai Srau. Bagi para peselancar yang sudah mahir, dan profesional, ombak di pantai ini memang lebih menantang. Mengapa hanya surfer profesional dan berpengalaman yang berani berselancar di Pantai Srau dan Watu Karung ini? karena di kedua pantai ini terdapat banyak karang di dasar lautnya, belum lagi bulu babi dan ubur-ubur yang juga perlu diwaspadai.

perbukitan Pacitan juga tak kalah indahnya. Masih ingat kejadian saat aku nyaris tewas masuk jurang di perbukitan Pacitan? Ya saat itu aku dan teman-teman Endank Soekamti berniat menghadiri pernikahan teman kami, Kiki Pea. Kita menyangka lokasi pernikahannya dekat dari pusat kota Pacitan, karena itu aku dan teman-teman memilih untuk mengendarai motor saja. Ternyata lokasinya masih sangat jauh dari pusat kota, menurut jalan normal, biasanya bisa ditempuh selama dua jam melewati jalan bukit yang berkelok-kelok. Karena saat itu aku lebih percaya pada Google Map, ternyata justru malah tersesat melewatu hutan antah berantah. Bayangkan, lokasi pernikahannya ternyata sempat menjadi tempat persembunyian Jenderal Sudirman di masa perang gerilya. Kebetulan saat itu kakeknya Liz, istrinya Kiki Pea adalah lurah di Desa Pakisbaru, Kecamatan Nawangan. Beliau lah yang memberikan tempat persembunyian untuk pasukan gerilya di Sobo Nawangan Pacitan. Di tempat ini sekarang telah didirikan monumen besar dan kawasan bersejarah Jenderal Sudirman yang luas dan bagus. Cukup lama Jenderal Soedirman bersama pengikutnya berada di desa ini, sekitar 107 hari atau 3 bulan, yakni 1 April 1949 sampai 7 Juli 1949. Di tempat inilah berbagai peristiwa penting menandai perjuangan gerilya sang jenderal.

Karena itu, perjalananku yang tersesat di perbukitan Pacitan belum ada apa-apanya dibandingkan perjalanan Sang Jenderal selama tujuh bulan masa perang gerilya. Jenderal Soedirman bersama para pengikutnya melewati 10 kabupaten yang terbentang dari DI Yogyakarta, Jateng dan Jawa Timur dengan panjang rute gerilya mencapai 1.009 km. Perjuangan Jenderal Soedirman dalam menghadapi perang gerilya begitu dramatis, sebab kondisi saat itu dirinya sedang sakit tuberkulosis (TBC). Sehingga paru-paru kanannya dikempeskan pada bulan November 1948, atau sebulan sebelum perang gerilya digelar.

Pacitan juga memiliki komunitas yang fokus berkegiatan di bidang fotografi, KLiC (Komunitas Lensa Indie Pacitan) namanya. Komunitas yang eksis sejak 20 Agustus 2011 ini ada karena kecintaan anggotanya pada fotografi, di dukung dengan banyaknya spot hunting, serta pemandangan indah yang terdapat di sekitar Pacitan, maka KLiC bisa berkembang dengan cepat. Sejauh ini, KLiC sudah mengadakan berbagai Pameran, di antaranya Pameran HUT Kota Pacitan. Komunitas ini terbentuk dari sekedar hobi yang sama, mereka adalah masing-masing individu yang awalnya bertemu melalui jejaring sosial facebook. Selain aktif hunting bersama, komunitas ini selalu siap menjamu para fotografer dari kota lain yang ingin hunting bersama. Nah, jika ada waktu luang, silakan berkunjung di kota yang juga dikenal sebagai seribu satu goa ini. (*)

Menyelami Kekayaan Kita lewat www.SalamIndonesia.id

Sepanjang bulan puasa nanti rencananya aku bakal melakukan trip Salam Indonesia. Program ini juga sekaligus untuk membuat ensiklopedia budaya dan pesona alam Indonesia. Perjalanan ini nantinya akan dimulai dari Jogja hingga ke Sumba, Nusa Tenggara Timur. Rute yang bakal didatangi nantinya berdasarkan kontribusi dari teman-teman semua. Teman-teman bisa memberi informasi apapun, soal budaya, tempat-tempat menarik dan aset daerah yang harus diekspos keberadaannya lewat www.salamindonesia.id.

Supaya nantinya teman-teman di seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia bisa mengetahui apa saja kekayaan yang dimiliki Indonesia yang ada di daerah kita masing-masing. Karena kalau sampai kita sendiri tidak tahu, bagaimana kita bisa menikmati kekayaan yang melimpah ini. Semua informasi yang masuk akan diseleksi dan dikurasi dahulu. Kita akan sama-sama mengulik sisi mana yang akan dieksplorasi.

Informasi yang dibutuhkan adalah aset daerah yang mungkin belum tereksplor lebih mendalam. Dalam setiap perjalanan ini nantinya juga akan melibatkan teman-teman sebagai warga sekitar alias Akamsi (Anak Kampung Sini). Karena akamsi akan lebih mengetahui secara detail. Kita bakal menculik kalian untuk menemani berjalan-jalan.

Sewaktu berada di Sumatera Barat, aku mencoba memembuat simulasinya. Bersama teman-teman dan ditemani Akamsi, mereka pergi ke Padang Mangateh atau yang juga dikenal dengan nama Padang Mengatas. Tempat menarik berupa peternakan seluas 280 hektar ini terletak di atas bukit, tepatnya di Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh.  Padang Mangateh juga dijuluki sebagai New Zealand versi Indonesia karena pemandangan savana luas layaknya padang rumput Australia dan Selandia Baru. Lengkap dengan panorama berbukit-bukit dan sapi yang sangat banyak.

Nah, penasaran dengan kelanjutan ceritanya, ayo sama-sama berbagi informasi di www.salamindonesia.id.(*)

Sehat dan Bugar dengan ‘Mixed Martial Arts’

Aku pernah memosting perihal bentuk-bentuk tubuh musisi di instagram. Di sana terlihat vokalis berdiri di barisan paling depan, ia memiliki postur tubuh yang kurus dan ideal. Makin ke belakang barisan, orangnya makin gemuk, dan bassist ada di bagian terakhir sebelum roadie. Kawanku Paksi Raras Alit yang merupakan seorang vokalis Mantradisi mengakui bahwa memang seorang vokalis harus memiliki tubuh ideal, karena ia selalu berada di paling depan, dan yang pertama kali dilihat adalah vokalis. Aku kok merasa nggak terima dengan pernyataan di postingan tersebut. Sebagai vokalis dan bassit Endank Soekamti, tentu saja aku berusaha untuk memilik berat badan ideal. Meski saja untungnya Endank Soekamti digemari bukan karena fisiknya, tapi hal kesehatan ini tentu juga penting untuk menunjang performa di atas panggung.

Karena itu aku mulai rutin melakukan diet dan giat berolahraga secara disiplin, minimal selama 100 hari. Saat ini aku memang lebih suka olahraga daripada gym. Bagiku gym adalah kegiatan yang monoton, gerakannya cuma itu-itu saja. Karena itu aku memilih olahraga yang interaktif dan aktraktif dimana ada teman dan lawan mainnya. Olahraga yang sedang aku geluti adalah martial arts, seni bela diri campuran yang membolehkan berbagai teknik pertarungan, seperti pergumulan, tendangan, dan pukulan.
Di dalam seni bela diri campuran atau Mixed Martial Arts (MMA) masing-masing petarung didorong untuk mengombinasikan teknik dari berbagai cabang seni bela diri untuk melumpuhkan lawan. Gaya Bertarung dalam MMA sangat unik, di dalamnya terdapat jurus dari olahraga Tinju, Jui Jitsu, Karate, Taekwondo, Gulat, Judo, Muay Thai, dan sebagainya.

Kemampuan bertinju memang harus dimiliki oleh banyak petarung MMA, sedangkan Jiu-jitsu Brasil yang mengedepankan kuncian dan cekikan untuk melumpuhkan lawan dipelajari di MMA untuk mempersiapkan diri menghadapi pertarungan bawah. Jiu-jitsu sangat berguna untuk melumpuhkan musuh ketika bergulat di matras. Lalu kemampuan gulat berguna ketika bergelut di pojok ring, atau untuk menjatuhkan lawan ke lantai. Kalian pasti pernah mendengar nama Bruce Lee, ya bintang film legendaris tersebut merupakan pelopor dari Jeet Kune Do. Dalam filosofinya, petarung didorong untuk menggunakan gaya bertarung apapun yang dapat digunakan untuk mengalahkan lawan. Olahraga bela diri dari Jepang, Judo lebih fokus pada pergumulan dan lemparan. Dalam MMA, judo dapat berguna ketika praktisi ingin menjatuhkan lawan, atau ketika ingin menyelesaikan sebuah pertarungan dengan kuncian ketika peluang telah tercipta. Kita juga mempelajari karate yang berguna untuk memanfaatkan tendangan.

Begitu juga dengan Tae Kwon Do yang tekniknya lebih fokus pada tendangan. Petarung Tae Kwon Do percaya bahwa kaki merupakan anggota tubuh yang paling kuat, dengan jangkauan paling jauh, dan dapat mengurangi peluang musuh untuk menyerang balik. Lalu masih ada Muay Thai tidak hanya fokus pada tendangan, tapi juga pukulan dan pergumulan. Olahraga yang berkembang di Tiongkok, Sanshou atau Sanda lebih fokus pada pertarungan jarak dekat. Di dalam MMA, teknik Sashou dapat dimanfaatkan untuk menjatuhkan lawan dan memposisikannya di dalam posisi yang kurang menguntungkan. Menurut cerita, konsep pertarungan MMA telah dipraktikkan sejak zaman Yunani Kuno. Kini MMA semakin populer, terutama lewat banyaknya organisasi dan ajang promosinya di seluruh dunia.

Seperti yang aku jelaskan di atas, kalau aku menggeluti MMA bukan untuk menjadi seorang petarung atau atlet. Beberapa manfaat lain belajar MMA, selain untuk bela diri adalah dapat meningkatkan kepercayaan diri Terutama percaya diri bisa melindungi dirinya sendiri dari bahaya dan ancaman. Manfaat lainnya adalah untuk menjaga kebugaran tubuh, menjadikan berat badan kita sehat dan ideal. Dengan melakukan gerakan MMA, kita dapat membakar kalori di tubuh.

Aku latihan MMA di Synergy Viper MMA Yogyakarta, sebuah klub beladiri yang berlokasi di Jl. Ringroad Utara, Area Parkiran Museum Monjali Yogyakarta. Klub yang awalnya hanya sebuah komunitas penyuka beladiri ini sudah eksis sejak tahun 2007. Enaknya olahraga ini, kalau gak berhasil kurus, tapi badan bisa jadi sehat dan jadi jago bela diri. (*)

Selulit yang Bikin Nyelilit

Tentunya banyak orang yang mengeluhkan selulit yang ada pada tubuh kita, terutama para wanita. Selulit dan strech marks merupakan dua kelainan kulit yang tidak sama dengan ciri perubahan kulit yang tidak enak dipandang mata. Banyak orang yang tidak nyaman dengan selulit, karena kulit jadi tidak mulus. Maka itu harus pintar-pintar untuk tetap bisa tampil percaya diri. Di antaranya dengan mix and match baju supaya bagian tersebut tidak terekspos. Selulit juga biasa dialami oleh semua remaja lho, hal ini karena pengaruh hormon tubuh jadi melar, dan tanpa sadar suka menggaruk bagian tubuh seperti lengan, paha, atau perut.

Penyakit ini tanpa gejala dan sebenarnya mudah diidentifikasi. Banyak orang dari beragam usia yang memiliki selulit di kaki, pantat, atau perut. Selulit terjadi ketika sel lemak menonjol melalui lapisan kulit terluar, menghasilkan kulit yang berkerut. Menghilangkan selulit juga bisa tergantung dari perubahan gaya hidup, produk perawatan kulit, dan perawatan spesial. Para pria banyak yang gemar membentuk tubuh mereka dengan latihan di gym. Namun, tanpa disadari, selulit muncul akibat peregangan otot yang tumbuh secara bertahap. 

Menurut ahli Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Husna Raisa M.Sc SP.KK, faktor yang diduga berperan belum sepenuhnya dijelaskan. Ada beberapa macam strech marks, yaitu striae distensa, strie gravindum, striea alba dan striae rubra. Selama pubertas striae ini muncul di daerah dimana sering terjadi perubahan ukuran secara cepat, seperti pada wanita di area payudara, paha, pinggul, dan pantat. Sedangkan selulit pada pria juga sering terjadi di daerah bahu, paha, dan pinggul. Daerah lain yang bisa terjadi yaitu perut, lengan atas, leher, dan ketiak.

Faktor hormon, stres dan genetik diduga berperan pada strie distensa. Kelainan kulit ini disebabkan karena perubahan jaringan ikat yang terjadi sehingga menyebabkan atropi lapisan kulit. Bentuk kelainan kulit ini berupa guratan garis putih memanjang, berbatas tegas, banyak dan simetris. Diawali berupa garis menonjol berwarna merah hingga ungu (striae rubra) jika dibiarkan lama-kelamaan warna memudar membentuk garis cekung dengan permukaan kulit putih berkerut (striae alba). Berukuran panjang beberapa sentimeter dan lebar milimeter hingga sentimeter.

Seseorang yang menderita penyakit tertentu dan konsumsi obat tertentu, ukuran striae dapat lebih besar dengan distribusi yang luas. Untuk menyingkirkannya, pemakaian krim yang mengandung pelembab dan bahan-bahan tertentu dapat menunjukkan perbaikan striae tahap awal. Penggunaan terapi laser dapat dilakukan pada striae rubra tetapi tidak berefek pada striae alba.

dr Husna juga menjelaskan bahwa selulit sering muncul pada wanita dewasa di daerah pantat, perut dan paha dengan faktor resiko kurangnya aktivitas olahraga, kegemukan, usia tua, hormon yang berlebih dan jeleknya aliran limfe. Ciri kelainan ini ditandai dimple (dekik seperti lesung pipit) dan tonjolan kulit dimana permukaan kulit terlihat dan teraba tidak rata seperti bergelombang, bahkan ada yang mengatakan seperti kulit jeruk. Selulit yang ringan hanya akan terlihat apabila kulit dicubit, sedangkan selulit derajat berat terlihat dengan sendirinya secara otomatis, tanpa manipulasi.

Selulit terjadi karena adanya perubahan pada lapisan kulit dermis. Terdapat perbedaan morfologi atau bentuk lobus lemak antara pria dan wanita, hal inilah yang menerangkan kenapa selulit banyak terjadi pada wanita dibanding pria.

Terdapat beberapa model terapi seperti, infra red, laser dioda atau radiofrequency bertujuan untuk memperbaiki kondisi selulit dengan menstemulasi produksi kolagen di lapisan kulit dermis. Penurunan masa lemak dengan liposis seperti olahraga dan diet, liposuction, mesoterapi dapat dilakukan. Untuk keadaan selulit berat dapat dilakukan tindakan invasive. Terapi selulit menggunakan krim belum terbukti efektif, karena bersifat sementara.

Beberapa upaya yang dianjurkan untuk memperkecil resiko munculnya dua kondisi diatas di antaranya; menjaga berat badan karena peningkatan berat badan secara cepat dapat mempertinggi resiko, mengoleskan pelembab secara teratur pada tubuh untuk menjaga kelembaban dan elastisitas kulit terutama pada bagian kulit yang sering mengalami peregangan, pola hidup sehat, olahraga secara teratur dan pola makan yang seimbang, mengurangi konsumsi lemak, memperbanyak konsumsi buah dan sayur.

Untuk bisa terhindar dari selulit ini intinya adalah mempunyai niat, disiplin, dan ‘enjoy’ menjalaninya terlebih dahulu. Awalnya niat tersebut biasanya masih naik-turun, gak heran jika tubuh pun terkadang gemuk, lalu bisa langsing, dan beberapa lama kemudian gemuk lagi. Yuk, mulai hidup sehat agar selulit gak mau lagi datang ke kita. (*)