LastElise merilis album kedua ‘Memorabilia’

Band alternatif dari Yogyakarta, LastElise merilis album keduanya yang berjudul ‘Memorabilia’. Album ini merupakan hasil kontemplasi setelah 10 tahun berkarya dan mencoba berbagai hal dalam musikalitas. Menurut sang frontman, Uya “Memorabilia” diambil sebagai simbol bahwa setiap kepingan proses kehidupan memiliki nilai dinamis terkait rentang usia, namun menyeluruh pada satu proses. Dan setiap lagu merupakan potret fragmentasi dari proses pengalaman individu dalam kehidupan.

“Metempsychosis” salah satunya, lagu ini terinspirasi dari cerita tentang reinkarnasi dan jurnal sains tentang perpindahan energi untuk membentuk individu dalam kandungan. Sampai pada lagu terakhir “Masa”, tentang kembalinya individu ke alam euforia atau nirwana di mana semua indah & damai.

Band yang berdiri pada 12 September 2006 ini telah melalui banyak proses musikal dan format, yang akhirnya membuat Uya (Surya) selaku frontman, memutuskan menggunakan konsep kolaboratif & eksperimental. Konsep ini akhirnya membawa LastElise pada bentuk yang sangat luwes sebagai proyek musikal.

Pada album ‘Memorabilia’, LastElise lebih mengedepankan tentang keutuhan konsep album, berdasar pengembangan cara berproses dari album pertama, jadi workshop materi yang cukup lama & sound design yang diambil untuk mewakili tiap komposisi yang ada di album ‘Memorabilia’ cukup memusingkan. Proses kolaboratif masih terjadi di sini, dengan beberapa orang yang ikut mengisi bagian di album ini.

Target dari album ini, lanjut Uya, adalah paradigma yang berbeda tentang cara menyikapi sebuah album, bahwa menurut kami, sebuah album bukan sekedar kumpulan komposisi yang dijadikan satu, yang mungkin sering terjadi beberapa tahun belakangan, melainkan sebuah kontemplasi tentang tema besar yang melingkupi keseluruhan materi yang ada. “Sehingga tiap repertoar memiliki makna seni sebagaimana musik seharusnya”. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *